Wasprod IV PT Timah Toboali Libatkan Penjahit Lokal Pengadaan 2000 Masker

  • Whatsapp

 

Read More

*Akan Dibagikan ke Masyarakat Basel

RAKYATPOS.COM, TOBOALI – PT. Timah Tbk terus berkomitmen mendukung pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel)  dalam penanganan Covid-19. Di Kabupaten Bangka Selatan (Basel) PT Timah melalui Bidang Wasprod IV Toboali akan membagikan sebanyak 2000 masker kepada masyarakat.

Perusahaan milik negara (BUMN) itu tidak hanya mendukung kesehatan masyarakat dengan membagikan masker gratis di tengah pandemi Covid-19 di daerah setempat. Namun,  PT. Timah juga mendorong perekomonian para pelaku usaha mikro kecil menengan (UMKM) tukang jahit.

Kepala Pengawasan Produksi Kawasprod IV Toboali, Sindhu Dhahono Putro mengatakan, PT Timah melibatkan empat pelaku usaha lokal tukang Jahit dalam pengadaan 2000 masker berbahan kain.

“Hasil koordinasi dengan mitra binaan PT Timah,  kami menunjuk empat pelaku usaha tukang jahit yang ada di Kecamatan Toboali. Mereka kami libatkan dalam pengadaan 2000 masker program CSR PT Timah dalam penanganan Covid-19 di Bangka Selatan,” ujar Sindhu Rabu (8/4/2020).

Menurutnya, melibatkan pelaku usaha penjahit lokal tersebut bertujuan mendorong perekonomian pelaku usaha UMKM, lantas pandemi Covid-19 juga berdampak terhadap perekonomian para pelaku usaha kecil menengah.

“Selain mendukung kesehatan masyarakat dengan menyumbangkan masker, kita juga ingin membantu perekonomian pelaku usaha UMKM dengan melibatkan mereka dalam pengadaan masker. Mudah-mudahan perekonomian UMKM ikut terbantukan,” imbuhnya seraya menambahkan sebelumnya PT. Timah juga sudah melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan bekerja sama dengan Pemerintah setempat.

Sementara salah satu pelaku usaha tukang jahit yang dilibatkan PT Timah, Intan (43) mengaku sangat terbantu adanya pesanan masker dari PT. Timah tersebut. Ia mengatakan, pesanan memang tengah sepi dalam satu bulanan terakhir.

“Sudah setengah bulan ini memang sepi pesanan. Alhamdulillah, senang sekali ada pesanan masker dengan jumlah banyak sehingga saya sama anak-anak ada kerjaan lagi,” kata Intan yang sudah dua belas tahun menekui usaha jahitan  itu.

Kendati masih menempati rumah  kontrakan di Jalan Kenanga Padang Kubur dengan biaya 400Ribu per/bulan,  usaha keluarga yang ia tekuni itu cukup menopang perekonomian keluarganya selama ini. Namun, saat ini ia hanya bisa berharap, pandemi Covid-19 segera berakhir agar perekonomian pelaku usaha kecil masyrakat kembali lancar.

“Terima kasih kepada PT Timah, dan saya berdoa semoga ini segera berlalu agar kita kembali dapat beraktivitas seperti biasanya,” harapnya. (rls)

JustForex

Related posts