Warga Tolak Rusunawa Tempat Karantina Corona

  • Whatsapp
Wagub Babel, Abdul Fatah dan Ketua DPRD Didit Srigusjaya saat meninjau gedung Diklat yang hari ini mulai dijadikan tempat karantina ODP dan PDP Covid-19. (Foto: Ist)

PANGKALPINANG – Warga Kelurahan Pangkalarang, Kecamatan Pangkalbalam Kota Pangkalpinang dan sekitarnya, mengaku resah dan khawatir terkait rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang yang akan menjadikan kompleks Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) sebagai tempat karantina sementara terhadap Orang Dalam Pemauntauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Corona dengan kategori ringan.

Sejumlah Tokoh Pemuda Pangkalarang dan Ketua Nelayan setempat, Obhi Ardi, mengatakan warga tetap menolak keinginan Walikota itu. Kebetulan, katanya, posisi Rusunawa berada di RT 08.

Read More

“Mayoritas masyarakat yang tinggal di situ anggota-anggota nelayan kita. Mereka komplain karena terjadi kekhwatiran dan keresahan warga nelayan ini dengan rencana Pak Walikota menempatkan Rusunawa itu sebagai karantina,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (31/3/2020). Menurutnya, apapun alasan Walikota, warga tetap akan menolak. “Pokoknya, Ini ditolak keras apapun alasan walikota, masyarakat tetap menolak,” tegasnya.

Dia berharap walikota bisa mendengar langsung suara masyarakat Pangkalarang untuk tidak menjadikan Rusunawa sebagai tempat karantina khususnya pasien ODP dan PDP. Sehingga tidak ada keresahan dan kekhwatiran karena Pangkalarang satu jalur pintu masuknya.

Masyarakat setempat pun sudah melakukan aksi penolakan terhadap rencana Rusunawa kepada pihak kelurahan dan kecamatan.

“Masyarakat juga telah ramai-ramai datang ke Rusunawa. Ini bentuk aksi penolakan mereka. Karena ada suatu kekhwatiran,” imbuhnya.

Obhi mengaku, salah satu alasan masyarakat setempat menolak Komplek Rusunawa dijadikan sebagai tempat karantina, lantaran kekhawatiran penyebaran Covid-19, mengingat lokasinya berada tidak jauh dari pemukiman penduduk.

“Masyarakat takut terjadi penularan. Selain itu kami menolak, ini akan berdampak sosial di masyarakat kami. Sehingga kami menjadi bahan ejekan orang bahwa Pangkalarang ini tempat pembuangan orang sakit tadi,” jelasnya.

Selain itu, ia mengaku masyarakat setempat tidak pernah didatangi terkait rencana komplek Rusunawa akan dijadikan tempat karantina sementara oleh pemerintah setempat.

“Tidak ada sosialisasi. Tadi berdasarkan kita diundang ibu camat, kelurahan ternyata tadi beberapa RT juga tidak mengetahui atau sosialisasi. Yang sangat kita khawatir ini anak-anak kita yang sekolah ini. Di sekitarnya merupakan tempat bermain anak-anak, ada tempat bermain voli, bola dan sebagainya,” papar Obhi.

Related posts