Warga Resah Banyak Napi Dibebaskan, Begini Kata Kalapas

  • Whatsapp
Kalapas Kelas IIA Tuatunu, Kota Pangkalpinang, Kunrat Kasmiri. (Foto: Dok)

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Sebanyak 115 orang narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A, Tua Tunu, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah dibebaskan melalui program asimilasi dan integrasi Kementerian Hukum dan HAM RI.

Namun, banyaknya napi yang dibebaskan terutama didominasi pelaku kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), justru membuat masyarakat bertambah resah ditengah merebaknya pandemi virus Corona atau Covid-19.

Terhadap kekhawatiran itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II A Tuatunu, Kunrat Kasmiri meminta masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan. Sebab, narapidana telah diberi pengarahan dan wejangan sebelum menjalani program asimilasi serta integrasi di rumah. Bahkan napi diminta membantu masyarakat untuk ikut memerangi virus Corona.

“Sebelum mereka diasimilisikan, kita juga memberikan pengarahan dan wejangan-wejangan agar mereka jangan membuat resah masyarakat. Apalagi melakukan tindakan kriminal. Justru mereka mempuyai kewajiban membantu pemerintah dalam rangka perang melawan virus ini,” kata Kunrat kepada rakyatpos.com, Senin (13/4/2020).

Baca Lainnya

Kalapas menyebutkan Lapas Tuatunu telah mengeluarkan dan membebaskan sebanyak 115 napi secara bertahap, yang memenuhi syarat untuk diberikan asimilasi dan diintegrasi. Jumlah itu setidaknya mengurangi over kapasitas lapas yang kini memiliki total 400 napi. (bis/1)

Related posts