Warga Kampung Padang & Nelayan Minta Sosialisasi Mitra PIP Harus  Dihadiri Minimal 250 Warga

  • Whatsapp
Masyarakat Kampung Nelayan dan Padang yang juga meminta mitra PIP PT TImah dapat bersosialisasi terbuka dan berkomitmen kepada masyarakat. (raw)

 

RAKYATPOS.COM, TOBOALI – Tak hanya masyarakat Suka Damai dan Paya Ubi yang meminta PT Timah selektif menentukan perusahaan penerima izin SPK (surat perintah kerja) PIP (ponton isap produksi), masyarakat Kampung Nelayan dan Padang Toboali pun demikian. Mereka minta perusahaan yang melakukan sosialisasi minimal dihadiri 250 warga.

Read More

 

Jamali, warga Kampung Padang menyebutkan dirinya tidak keberatan dengan rencana beroperasi PIP di perairan Kampung Nelayan. Namun harus dilakukan dengan sosialisasi terbuka yang bukan dihadiri oleh puluhan orang saja. “Intinya harus terbuka dan dalam sosialisasi ini juga harus Direktur perusahaan langsung yg hadir jangan diwakilkan dengan PJO  disampaikan juga bentuk komitmen dari PT.Timah dan CV kepada masyarakat biar terang benderang,” ujarnya Minggu (22/11/2020).

 

Senada dikatakan Nati, warga Kampung Nelayan yang mengatakan kalau hanya dihadiri hanya puluhan masyarakat saja ini jadi pertanyaan besar buat kami apakah mereka akan memberikan kompensasi terhadap masyarakat yang terdampak. “Jangan hanya sebagian kelompok terus mengatas namakan masyarakat yang terdampak, ini sangat merugikan kami sebagai nelayan yang terdampak langsung atas aktivitas penambangan ini semoga PT Timah bisa mengkaji dan bijak menyingkapi persoalan ini demi menjaga kondusifitas di saat berjalan nanti,” katanya.

 

 

Senada dikatakan Asamad, nelayan Kampung Padang yang meminta PT. Timah bisa menilai mitra kerja yang  akan melaksanakan pekerjaannya. “Apakah mitranya benar benar mampu dan berkomitmen dalam banyak hal, jangan sampai nanti akan menimbulkan masalah di lapangan. Setiap Perusahaan atau CV Mitra PT. Timah memang wajib melakukan sosialisasi kepada masyarakat dimana mereka mau bekerja,” pungkasnya. (raw)

Related posts