Wagub Tegaskan NAPZA Musuh Utama Bangsa

  • Whatsapp
Wagub Babel Abdul Fatah di acara Sosialisasi NAPZA.(foto: ist).

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Wakil Gubernur (Wagub) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Abdul Fatah menegaskan, NAPZA merupakan musuh utama bangsa, napza merupakan produk yang mampu membuat siapa saja menjadi jauh dengan hal-hal prinsipal yang dianut oleh tata norma masyarakat Indonesia.

Hal itu, diungkapkan Wagub dalam Sosialisasi NAPZA yang diselenggarakan Dinas Sosial Babel kerja sama dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) di Fox Haris Hotel Pangkapinang, belum lama ini.

Read More

Menurut Wagub, di era persaingan global ini, seluruh elemen terlebih milenial menjadi titik tumpu dan titik balik dari setiap keberhasilan di berbagai bidang. Apabila presentase korban NAPZA tinggi pada masa produktif, maka dapat dipastikan ada ketersumbatan kreativitas dan produktivitas.

Program rehabilitasi sosial korban penyalahgunaan NAPZA, dikatakannya, merupakan salah satu upaya sistematis penanganan masalah korban penyalahgunaan NAPZA di Indonesia.

Mengingat kompleksitas permasalahan korban penyalahgunaan NAPZA, diharapkan Progres KP NAPZA ini dapat berlangsung secara berkesinambungan sesuai dengan fakta-fakta objektif yang terjadi dalam penanganan masalah korban penyalahgunaan NAPZA.

Septi Eliza Perwakilan Direktur Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA Kemensos RI melalui Webinar menyatakan mendukung dan berharap agar Pemerintah Provinsi (Pemporv) maupun Kabupaten/Kota dapat menyiapkan pos anggaran dalam kesiap-siagaan penanggulangan bencana NAPZA yang sudah ada di wilayah kerja masing-masing, dan juga untuk tetap membangun suatu pola jaringan kerja dengan instansi terkait.

Tak jauh beda dengan Sri Indrawati selaku Plt Kepala BNN Babel, agar semua lapisan Pemerintah Daerah dapat besinergi di setiap lini, dalam suksesi program rehabilitasi maupun pencegahan penyebaran Napza, karena upaya-upaya ini membutuhkan sumber daya dan sumber dana yang tidak sedikit.

Sosialisasi NAPZA diikuti berbagai kalangan antara lain, pelajar, mahasiswa, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, PSM, TKSK, LSM hingga Karang Taruna.

Selain itu, juga menghadirkan eks pasien rehabilitasi yang di daulat untuk menjadi motivator dan konsultator mengenai bahayanya NAPZA. (rel).

Related posts