Kiri Sayap
kanan Sayap Kategori
Dibawah Menu

Viral Video Tak Patut di Tugu Nol Kilometer, Molen Terkejut Sampai Istigfar

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG - Masyarakat Kota Pangkalpinang digegerkan dengan beredarnya video TikTok yang menampilkan adegan tak patut remaja berlatarkan Tugu Nol Kilometer Pulau Bangka yang terletak di Kawasan Rumah Dinas Wali Kota Pangkalpinang atau persis di depan Mapolsek Taman Sari.

Dalam video berdurasi 10 detik tersebut, terlihat tiga wanita dengan lincahnya berjoget ala TikTok dengan iringan musik remix pada malam hari. Awalnya, video tampak biasa-biasa saja, sampai di bagian akhir video terlihat satu diantara tiga wanita membuka daster yang ia kenakan sampai terlihat celana dalamnya.

Saat dikonfirmasi, Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil terkejut atas beredarnya video tersebut. Kalimat istigfar pun keluar dari mulut orang nomor satu di Kota Pangkalpinang. "Astaghfirullahhaladzim. Ini jangan sampai dicontoh," ujar Molen, Selasa (19/1/2021).

Dia menyayangkan tindakan tiga remaja tersebut. Menurutnya, kehadiran Tugu Titik Nol Kilometer Pulau Bangka ini, sebagai lokasi ikonik yang ada di Kota Pangkalpinang, bukan untuk mempertontonkan hal yang tidak patut.

"Kehadiran titik nol tidak dimanfaatkan seperti ini, yang pasti saya juga terkejut. Saya berharap remaja kita tidak seperti ini. Jangan sampai," ujarnya.

Atas adanya video itu, dia memberikan peringatan kepada para remaja di Ibukota Provinsi Bangka Belitung tersebut.

"Para remaja Pangkalpinang, jangan sampai kebablasan mengikuti tren dan bijaklah saat mengabadikan momen. Saya minta ini jangan dijadikan contoh, mudah-mudahan ini bukan warga Kota Pangkalpinang. Semoga mereka sadar dan balik ke jalan yang normal," ucap Molen.

Sementara, Anggota DPRD Kota Pangkalpinang, Rio Setiady turut menanggapi video tak senonoh. Menurut dia, apapun aktivitas yang dilakukan di wilayah publik tetap harus memperhatikan etika adab dan kesopanan.

"Bermain aplikasi seperti TikTok, live Instagram atau Facebook boleh-boleh saja, selama memang tidak ada unsur yang justru akan merugikan si pembuat video itu sendiri. Tapi harus ingat etika," ujarnya.

Menurutnya, jika ada anak muda dan remaja yang ingin membuat video menarik, sehingga dapat menjadi daya tarik tarik orang berkunjung, tentu ini merupakan hal yang positif serta bentuk promosi Kota Pangkalpinang. Namun, jika video yang dibuat justru seperti melanggar adat dan kesopanan, tentu tidak pantas untuk disebarluaskan.

"Karena bagaimanapun video tersebut ditonton oleh orang banyak oleh anak-anak maupun orang dewasa, tentu kita tidak ingin adegan adegan yang kurang mendidik ini ditiru oleh remaja lainnya," ujar kata politisi Partai Keadilan Sejahtera ini.

Ia menambahkan, fasilitas publik seperti Tugu Titik Nol Kilometer sudah menjadi ikon Kota Pangkalpinang dan tentu dalam mengabadikan momen sebaiknya dilakukan dengan normal.

"Kalaupun (tugu-red) harus dijaga oleh Satpol PP saya kira juga agak berlebihan karena aksi tersebut bisa dilakukan di mana saja baik di Taman Sari, bahkan di sekitar lapangan merdeka. Memang yang paling utama adalah kesadaran. Yang paling penting ada semacam peringatan, untuk tidak mengulangi aksi tersebut karena jelas tidak layak untuk ditonton oleh anak anak maupun remaja,"katanya. (bum/10)

Diatas Footer
Light Dark