Tetap Produktif Selama Covid-19

  • Whatsapp
Belinda
Mahasiswa Jurusan Manajemen FE UBB

Hingga Minggu 21 Juni 2020, jumlah orang yang terdampak Covid-19 di Indonesia mencapai angka 45.029 orang, dengan jumlah yang sembuh sebanyak 17.883 orang, dan meninggal sebanyak 2.429 orang. Seperti kita ketahui, kurva kasus positif Covid-19 di Indonesia belum bergerak menurun. Untuk mencegah dan mengendalikan rantai penyebaran Covid-19 ini, pemerintah telah melakukan berbagai kebijakan yang bisa mendukung hal tersebut. Dilansir dari media online nasional tahun 2020, ada 5 (lima) kebijakan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dalam menangani Covid-19, yaitu keringanan biaya listrik, pembatasan sosial berskala besar, larangan mudik, keringanan kredit, dan menggelontorkan anggaran Rp 405,1 T.

Selain kebijakan di atas, ada pula produk inovasi buatan karya Indonesia untuk mengurangi jumlah kasus Covid-19. Dilansir dari cnnindonesia.com, ada 7 (tujuh) produk inovasi buatan karya Indonesia untuk mengurangi jumlah kasus Covid-19, yaitu: 1) non-PCR diagnostic test/ Rapid Detection Test (RDT) Covid-19 (dalam bentuk dip stick dan micro-chip), 2) PCR test kit; 3) Sistem informasi dan aplikasi kecerdasan buatan (AI); 4) Whole Genome Sequencing (WGS) Covid-19 origin Indonesia; 5) Emergency Ventilator; 6) Aplikasi Covid Track; 7) Mobile Lab BSL-2.

Dari sejumlah sumber informasi yang penulis baca, selain inovasi produk, untuk fasilitas pelayanan kesehatan juga sudah bisa dibilang cukup mendukung membantu negara dalam menghadapi kasus Covid-19. Akan tetapi, yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah mengapa jumlah kasus pasien yang positif Covid-19 di Indonesia terus bertambah? Jumlah penambahan kasusnya juga tidak bisa dikatakan sedikit. Apabila kita melihat dari pernyataan mengenai produk inovasi buatan karya Indonesia serta kebijakan pemerintah dalam menghadapi kasus Covid-19, menurut penulis setidaknya sudah cukup untuk mengatasi kasus Covid-19 di Indonesia. Apalagi akses masuk ke Indonesia sudah mulai dibatasi.

Sebenarnya, sebagus atau sebaik apapun kebijakan dan inovasi produk buatan yang dibuat atau dikeluarkan tidak akan terlalu berpengaruh, apabila dari sisi masyarakat tidak mendukung pemerintah dalam mengatasi kasus Covid-19 ini. Kita ambil salah satu kebijakan yang dibuat, yaitu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), penulis berpandangan kebijakan yang satu ini, memegang peranan sangat penting dalam kondisi seperti sekarang, akan tetapi kebijakan satu inilah yang paling sering diabaikan oleh sejumlah masyarakat.

Baca Lainnya

Masih banyak masyarakat tidak mematuhi kebijakan yang satu ini. Tingkat kesadaran masyarakat akan bahayanya virus Covid-19 ini masih kurang, buktinya saja masih banyak masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah tanpa menggunakan masker, alasannya adalah masyarakat merasa bahwa tubuhnya sehat-sehat saja, sehingga mereka merasa menggunakan masker adalah bukan suatu keharusan dan menganggap bahwa masker hanya wajib digunakan oleh orang-orang yang sakit. Sebenarnya yang harus benar-benar diperhatikan disini adalah bagaimana cara meningkatkan kesadaran masyarakat akan seberapa berbahayanya virus Covid-19 ini. Karena, seperti yang telah penulis nyatakan sebelumnya, seberapa hebat dan bagusnya inovasi yang dilakukan tidak akan terlalu berpengaruh terhadap jumlah kasus Covid-19 yang ada di Indonesia jika masyarakatnya saja masih tidak peduli akan kesehatannya masing-masing.

Mungkin ada sebagian masyarakat yang merasa bosan jika hanya berdiam diri di dalam rumah. Mungkin mereka sudah rindu serta tidak sabar untuk bertemu dengan kerabatnya, mungkin pula bagi mereka inilah waktu yang tepat untuk berkumpul, mengingat kegiatan bekerja maupun belajar sudah diliburkan, sehingga mereka lupa bahwa untuk saat ini, mereka harus menerapkan kebijakan social distancing. Jika ingin bersosialisasi dengan kerabat, kita masih bisa memanfaatkan teknologi. Memang, rasanya akan berbeda jika dibandingkan dengan bertemu secara langsung, tetapi bukankah untuk saat ini cara tersebut lebih aman dibandingkan harus bertemu secara langsung? Tak bisa dipungkiri, berdiam diri di dalam rumah dalam waktu yang lama akan terasa membosankan. Namun, bukankah lebih baik untuk tetap berdiam di rumah saja saat ini? Masih banyak kegiatan yang bisa kita lakukan di dalam rumah untuk mengusir rasa bosan, seperti menonton serial televisi, membaca buku, belajar hal-hal baru, serta melakukan hobi yang kemungkinan selama ini, belum bisa kita lakukan karena bekerja maupun belajar.

Kita sebagai masyarakat juga bisa membantu pemerintah dan tenaga medis untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran Covid-19 dengan di rumah saja, dengan melakukan beberapa kegiatan yang positif, misalnya bergabung dengan komunitas online. Kita bisa bergabung dengan komunitas online yang berfungsi sebagai wadah untuk menampung orang-orang yang mempunyai hobi sama untuk saling berbagi pengalaman maupun hal-hal positif lainnya. Adanya komunitas online ini, diharapkan bisa mengurangi keinginan masyarakat untuk melakukan aktivitas di luar rumah di masa pandemic Covid-19. Bergabung dengan komunitas online akan memberikan banyak keuntungan bagi diri kita, salah satunya adalah menambah relasi.

Tidak sebatas itu, kegiatan yang satu ini, dan sudah tidak asing lagi di telinga kita bisa dilakukan selama kita di rumah saja. Berjualan secara online, bisa dibilang cukup mudah untuk dilakukan, karena tidak terlalu membutuhkan banyak modal untuk memulainya, hanya dengan bermodalkan smartphone ataupun laptop siapa saja bisa menekuni usaha ini. Di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang, kita harus bisa melihat peluang bisnis yang ada di sekitar, kita harus melihat target pasar yang ada, karena apabila kita menjual produk yang sudah ada sebelumnya tanpa melakukan inovasi, maka ada kemungkinan produk tersebut menjadi tidak diminati masyarakat.

Selain hal-hal yang telah disebutkan di atas, sebenarnya masih banyak kegiatan yang bisa dilakukan dengan tetap produktif meskipun di rumah saja selama pandemi Covid-19. Oleh karena itu, dalam tulisan ini penulis ingin mengajak para pembaca untuk bersama-sama bekerja sama dalam membantu pemerintah serta tenaga medis untuk mengurangi rantai virus Covid-19 di Indonesia dengan cara mematuhi berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan, dalam hal ini protokol kesehatan Covid-19.(***).

Related posts