Tantangan Pemanfaatan Kawasan Hutan

  • Whatsapp
Penulis: Darman Suriah, S.Hut
Penyuluh Kehutanan Madya Dinas Kehutanan Prov. Kep. Babel

Berdasarkan Peta Indikatif Perhutanan Sosial  (PIPS) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, target perhutanan sosial di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung seluas 146.874 Hektar, dan sampai dengan bulan Juni 2020  dari target 146.874 Hektar telah terealisasi mencapai 40.391,82 Hektar atau 27,50 %, dengan jumlah surat keputusan atau izin sebanyak 364 surat keputusan untuk 3.730 Kepala Keluarga dengan jumlah kelompok tani hutan berjumlah 157 Kelompok. Dari luas realisasi yang sudah ada terdiri dari: (1). Hutan kemasyarakatan sebanyak 65 SK dengan luas mencapai 25.973 Hektar untuk 3.764 KK; (2). Hutan Tanaman rakyat sebanyak 288 Unit dengan luas mencapai 11.179, 79 Hektar untuk 1.754 KK; (3) Hutan Desa yang di kelola Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) sebanyak 7 unit, dengan luas mencapai 3.137 Hektar yang dikelola oleh 3.730 Kepala Keluarga; (4). Hutan Kemitraan sebanyak 4 Unit dengan luas mencapai 102,03 Hektar untuk 82 KK.

Salah satu yang cukup membanggakan dalam program perhutanan sosial ini, diraihnya prestasi oleh Provinsi Keplauan Bangka Belitung sebagai Provinsi dengan predikat terbaik secara nasional dalam Indeks Perhutanan Sosial kategori Hutan Kemasyarakatan. Predikat ini disematkan kepada Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam event Regional Summit Katadata Tahun 2020, yang diselenggarakan pada tanggal 3-5 November 2020 lalu secara daring. Predikat ini diperoleh oleh Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui serangkaian penelitian yang dilakukan oleh tim Katadata, sebuah media online nasional, dengan berbagai indikator dan metode penelitian yang tentu cukup objektif dalam pembangunan kehutanan melalui program perhutanan sosial di Provinsi Kepulauan yang tentunya membawa konsekuensi logis dalam pemberdayaan masyarakat khususnya skema perhutanan sosial yaitu Hutan Kemasyarakatan.

Read More

Salah satu hutan kemsyarakatan yang sudah cukup berhasil dalam perhutanan sosial melalui skema Hutan Kemasyarakat (HKm), yaitu Hkm Pantai Tanjung Karang Lestari (Takari) merupakan salah satu kelompok Hkm yang terdapat di Desa Rebo Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Nama Hkm Takari diambil dari gabungan dari Dusun Karang Panjang dan Dusun Tanjung Ratu Kegiatan hutan kemasyarakatan (Hkm) Takari. Dalam mengelola wisata pantai sudah lama dilakukan di kawasan hutan lindung Pantai Desa Rebo dan lebih ditingkatkan lagi, karena adanya  masyarakat yang melakukan penambangan pasir timah tanpa izin menimbulkan dampak lingkungan yang sangat besar, serta banyak tanaman pohon-pohon yang berada di lokasi kawasan hutan lindung pantai di tebang dan diekplorasi tanahnya guna mendapatkan pasir timah.

Related posts