Sumadi: Guru Jangan Tertinggal Teknologi dari Siswa

  • Whatsapp

 

Read More

AIRGEGAS – Pada hari pertama kegiatan, Supardi, S. Pd selaku pengawas binaan sekaligus membuka kegiatan menyampaikan bahwa di era milenial ini guru dituntut dalam mengajar harus lebih inovatif dan lebih bervariasi. Guru harus meninggalkan proses pembelajaran yang hanya menggunakan metode ceramah saja.

Pembelajaran harus mengajak siswa untuk berpikir kritis, menalarkan dan mengungkapkan pendapat dalam diskusi. Sesuai amanat menteri pendidikan dan kebudayaan,  pembelajaran harus menekankan agar siswa menjadi seorang pengajar.  Sebagai pengajar Siswa harus dapat mempresentasikan hasil belajarnya didepan guru dan siswa lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bangka Selatan,  Sumadi, S. Pd memberikan arahan kepada seluruh guru peserta workshop bahwa siswa yang dihadapi sekarang tidak sama dengan siswa yang terdahulu. Di era digital saat ini siswa sudah bisa mengakses informasi melalui Handpone pintar,  bahkan dalam mencari materi pembelajaran.

“Jika guru tidak mampu mengimbangi perkembangan teknologi informasi saat ini, mungkin saja guru tertinggal informasi dari siswa nya. Makanya,  diharapkan guru juga harus bisa berpikir lebih maju dan jangan sampai tertinggal informasi dari siswa nya.” Imbuh Sumadi.

Ia juga menambahkan penyusunan perangkat pembelajaran, guru jangan selalu menunggu juknis dari pemerintah. “Guru diberi kebebasan dalam penyusunan nya, guru harus mau bergerak sesuai dengan jargon “Guru penggerak”. Guru harus berani memulai dalam penyusunan RPP 1 lembar. RPP 1 lembar yang nanti disusun harus mencakup 3 cakupan, yaitu Tujuan pembelajaran,  kegiatan pembelajaran dan Penilaian,” ujarnya.

Salah satu peserta Workshop,  Eryanto, SE tenaga pengajar SMP N 3 Airgegas menyambut baik dengan diadakannya kegiatan ini. Selama ini kebanyakan guru bertanya-tanya bagaimana cara menyusun RPP terkini, untuk memulai menyusun masih ada kebingungan dan keraguan. Tapi dengan adanya workshop ini kami lebih tahu dan mengerti apa yang harus lakukan kedepannya. Khususnya dalam mempersiapkan rencana pembelajaran sebelum pembelajaran dilaksanakan”,  paparnya.

Di akhir kegiatan Tim MKKS Kecamatan Airgegas berharap dengan terlaksananya kegiatan workshop ini semoga mutu pendidikan di Bangka Selatan khususnya SMP di Kecamatan Airgegas lebih meningkat. Guru lebih sistematis dalam mengajar dan siswa lebih antusias dalam belajar. Semua pihak harus bisa dapat bekerjasama agar tujuan pendidikan nasional tercapai. (raw)

 

Related posts