Sikapi Aduan Eks Pekerja Dealer Mobil, Gubernur Erzaldi Janji Kawal Hingga Tuntas

  • Whatsapp

PANGKALPINANG – Erzaldi Rosman selaku Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), berjanji akan mengawal hingga tuntas pengaduan para eks pekerja salah satu dealer mobil di Kota Pangkalpinang.

Read More

Hal itu disampaikan Gubernur Erzaldi saat menerima audiensi sebanyak 12 eks pekerja dealer mobil tersebut di Ruang Kerja Gubernur Babel, di Air Itam, Pangkalpinang, Rabu (9/10/2019) pagi.

Gubernur didampingi Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Babel, Darlan, Kepala Dinas Tenaga Kerja Babel, Harrie Patriadie mengatakan, untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut dirinya telah memerintahkan Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Babel beserta jajaranya untuk melakukan investigasi kepada perusahaan dimana tempat para eks pekerja itu bekerja.

“Saya sudah memberikan arahaan kepada kepala dinas (disnaker-red) untuk datang menginvestigasi kembali perusahan ini, dealer, agar hal – hal yang diindikasi ada penyimpangan pada pekerjanya agar diambil tindakan. Sebab, kita tidak mau di povinsi ini masih ada pekerja-pekerja kita yang tidak mendapat upah, ataupun pembayaran jasa yang tidak sesuai dengan undang- undang, dan harus kita segera sampaikan kepada pihak perusahan,” ujar gubernur.

Gubernur Erzaldi menegaskan, akan mengawal permasalahan tersebut sampai tuntas dan menghimbau agar para pekerja membaca terdahulu isi kontrak kerja yang akan ditandatanganinya, sehingga tidak terjadi permasalahan di kemudian hari.

“Iya, harus, karena saya mendengar beberapa disampaikan para pekerja tadi, kita sangat sedih, karena masih ada perakukan-perlakukan seperti ini oleh pihak perusahaan. Terlepas saya belum mendengar pembelaan apa yang dilakukan oleh perusahaan, tetapi kalau itu benar yang disampaikan oleh tenaga kerja ini sudah kelewatan,” terang Gubernur usai pertemuan dengan para eks pekerja dealer itu.

Dalam pertemuan itu, ditambahkan Erzaldi, para karyawan dari dealer mobil di Pangkalpinang tersebut, menuntut pembayaran gaji, yang menurut mereka selama ini belum dibayarkan, dan persoalan ini sudah sangat berlarut – larut.

Selain permasalahan gaji, permasalahan BPJS Ketenagakerjaan juga melilit PT yang menaungi pekerja itu.

Padahal, menurut pemimpin tertinggi di Negeri Serumpun Sebalai itu, baik BPJS Kesehatan mapupun BPJS Ketenagakerjaan, sudah aturan undang-undangnya, wajib, dan itu harus dilakukan.

Related posts