Sempat Keliru Sebut Data Pencemaran PT BAA, Erzaldi di-Skak Mat Dirjen Gakkum

  • Whatsapp
RDP DPR- Tangkapan layar Gubernur Babel, Erzaldi Rosman saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/12/2020). (ist)

RAKYATPOS.COM,JAKARTA – Kasus hukum yang melibatkan enam warga Kenanga, Kabupaten Bangka dibahas serius dalam RDP Komisi IV DPR RI bersama Gubernur Bangka Belitung, Pj Bupati Bangka Barat dan Wakil Bupati Bangka serta Dirjen Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/12/2020).

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi bahkan meminta langsung kepada gubernur Babel untuk menjadi penjamin penangguhan penahanan enam warga Kenanga. Pihaknya mendorong gubernur agar berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk melakukan penangguhan penahanan enam warga Kenanga yang menjadi tersangka pemalsuan dokumen terkait gugatan class action terhadap PT Bangka Asindo Agri (BAA) terkait pencemaran lingkungan dan satu ASN agar tidak ditahan.

Read More

“Kita ini maunya hidup dalam lingkungan yang nyaman, tertata, kita tidak mau hidup ada bau busuk masuk ke hidung kita. Nah, soal kasus warga Kenanga ini, kita miris. Saya ingatkan kepada gubernur melakukan koordinasi. Bagaimana pun mereka warga kita. Enam orang yang ditahan, menjalani peradilan perdana di pengadilan negeri, dikomunikasikan, minimal, tolong dibantu penangguhan penahanannya,” kata Dedi.

Gubernur Babel, Erzaldi Rosman menanggapi soal PT BAA di Kenanga sebagai masalah yang dilematis. Menurutnya, secara aturan perusahaan itu sudah mengantongi izin. Soal pencemaran udara yang dikeluhkan warga, katanya, berdasarkan data dari Gakkum KLHK, kadar udaranya sudah keluar dan tidak diambang bahaya.

“Kalau pemda sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat, pengacara yang membela itu staf khusus kami. Kalau soal penangguhan penahanan kepada para warga itu, pasti kami bantu. Saya sudah WA, masih tinggu jawaban ketua pengadilan,” kata Erzaldi.

Rasio Ridho Sani

Namun, pernyataan Erzaldi yang menyebutkan pihak Gakkum KLHK sudah mengeluarkan data soal pencemaran udara yang tidak diambang bahaya, langsung dibantah Dirjen Gakkum KLHK, Rasio Ridho Sani. Dia menegaskan, pihaknya sejauh ini tengah melakukan penyidikan terhadap PT BAA dan belum mengeluarkan data soal yang diucapkan Erzaldi.

Related posts