Sembilan TI di Deadline Segera Angkat dari Teluk Bayur

  • Whatsapp
Salah satu TI yang diduga ilegal masih beroperasi di DAS Teluk Bayur, Pangkalpinang.(foto: bambang)

RAKYAT POS.COM, PANGKALPINANG – Setidaknya masih sembilan unit ponton tambang inkonvensional (TI) timah diduga ilegal yang beroperasi di sepanjang kawasan daerah aliran sungai (DAS) Teluk Bayur Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Bukit Intan Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) hingga Selasa (18/2/2020).

Hal itu terpantau saat Polres Pangkalpinang melakukan razia tambang timah ilegal didaerah itu yang diduga nyaris menghantam tempat ibadah umat Tionghoa.

Pantauan harian ini di lapangan, semula para pekerja tambang ilegal ini cuek saat polisi datang dan mereka tetap bekerja. Parahnya lagi, mesin TI tetap menyala saat kedatangan polisi.

Namun saat tembakan peringatan ke udara diletuskan, barulah segelintir para pekerja lari kocar kacir.

Baca Lainnya

Sebagian besar malah nekad bertahan di lokasi tambang dan hanya melihat dari kejauhan.

Sulitnya medan tambang, membuat Kabag Ops dan personel untuk terjun langsung ke salah satu ponton.

Kapolres Pangkalpinang, AKBP Iman Risdiono Septana melalui Kabag Ops, Kompol Jadiman Sihotang saat memimpin razia tersebut mengatakan, pihaknya merazia sembilan TI tersebut, lantaran menindaklanjuti laporan dari masyarakat.

Diakuinya, polisi sudah ketiga kali merazia tambang ilegal di DAS ini, tapi masih saja pemilik tambang tetap membandel menggarap DAS.

“Sebelumnya, kita sudah pernah ke sini (TI Teluk Bayur). Yang pertama memang kita arahkan, kedua pada kabur dan yang ketiga kalinya ini mereka kabur juga,” tutur Kompol Jadiman Sihotang kepada Rakyat Pos, usai razia ini.

Kabag Ops mendeadline pemilik tambang agar segera mengangkat ponton dan tak beroperasi lagi dari DAS dan dekat dengan tempat ibadah Teluk Bayur tersebut.

“Pemiliknya ada yang datang tadi, kita arahkan agar di angkat. Pokoknya perjanjian dengan saya, air pasang di angkat. Kalau hari ini (Selasa), besok akan kita cek lagi,” ungkapnya.

Ia menegaskan, polisi akan datang lagi untuk merazia tambang di kawasan DAS ini bilamana pemiliknya tetap membandel.

“Semuanya harus dikosongkan, steril. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak Satpol PP dalam waktu dekat ini,” tegasnya.

Untuk itu, dia menambahkan akan menindak tegas pemilik tambang ilegal jika masih tetap nekad beroperasi dilokasi DAS ini. (bis)

Related posts