Sembari Pusling, Pustakawan Pemprov Beri Konsultasi Kepustakawanan

  • Whatsapp
Pustakawan DKPUS Babel memberikan konsultasi kepustakawanan kepada pengelola Perpustakaan Desa Rias.(foto: ist/cahya).

RAKYATPOS.COM, TOBOALI – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Senin (23/11/2020) disamping membuka layakan Perpustakaan keliling (Pusling) ke Desa Jelutung, Bangka Tengah, juga melaksanakan hal serupa di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.

Pada kunjungan Pusling tersebut, meski tak lama membuka layanan Pusling, namun total jumlah pengunjungnya mencapa 40-an orang. Pengunjung terdiri dari berbagai kalangan masyarakat, diantaranya pegawai kantor desa, masyarakat sekitar yang mengunjungi kantor desa, dan pelajar SD kelas 1 hingga 3 yang baru pulang sekolah.

Read More

Pustakawan DKPUS Babel, Cahya Tri Wulan mengatakan, koleksi yang diminati pengunjung beragam, siswa SD kebanyakan membaca buku cerita bergambar dan buku sejarah, pegawai desa sebagian besar membaca buku tentang teknologi pertanian, dan masyarakat yang sebagian besar ibu-ibu membaca buku keterampilan seperti merajut, melaundry pakaian dan sebagainya.

Dikarenakan sebagaian besar pengunjung adalah siswa SD, maka pustakawan mengajak mereka membaca melalui re-telling, dimana anak-anak dibebaskan memilih buku yang ia sukai, kemudian setelah membaca buku tersebut, mereka diminta untuk menceritakan kembali isi buku itu menggunakan bahasa mereka sendiri.

Kemudian pustakawan juga membuat beberapa kelompok kecil dimana mereka mendikusikan buku yang ia baca, mengapa ia memilih buku tersebut, dan hal menarik yang terdapat pada buku tersebut hingga kemudian mereka saling bertukar buku bacaan dan minat untuk membaca semakin meningkat.

Selain pelayanan perpustakaan keliling, Pustakawan DKPUS Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel juga memberikan konsultasi kepustakawanan kepada pengelola perpustakaan desa.

Nur, pegawai desa yang juga diperbantukan untuk mengelola perpustakaan selama ini merasa kesulitan dalam pengelolaan perpustakaan.

Karenaya, melalui kesempatan itu, Pustakawan DKPUS Babel memberikan arahan, pembinaan, materi dan praktek mulai dari inventaris buku, pengecapan, membuat nomor induk, hingga proses tata cara peminjaman dan pengembalian buku di perpustakaan.

Walaupun tidak maksimal, mengingat keterbatasan waktu, namun Nur berterima kasih karena melalui kunjungan ini dia dapat belajar langsung bagaimana cara pengelolaan perpustakaan yang selama ini hanya ia peroleh melalui browsing di Internet.(rel/cahya).

Related posts