Sekolah Perempuan Lahirkan Perempuan Berdaya

  • Whatsapp
Wagub Babel, Abdul Fatah menyematkan tanda peserta kepada siswi saat launching sekolah perempuan di ruang Pasirpadi, Kantor Gubernur Babel, Senin (24/2/2020).(foto: Nurul Kurniasih)

PANGKALPINANG– Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Abdul Fatah meresmikan sekolah perempuan pertama di daerah itu. Sekolah perempuan yang berlokasi di Desa Jelutung II dan Desa Rukam ini, menjadi tempat bagi kaum perempuan Babel menempa diri menjadi lebih berdaya dan tangguh serta mandiri.

Wagub menegaskan, di sekolah perempuan ini, nantinya para perempuan tidak saja diberikan pembekalan mengenai pendidikan ekonomi dan kesehatan, tetapi juga diberikan pelatihan.

“Di Indonesia baru ada empat dan sekarang kita hadir memberikan wawasan baru kepada perempuan di Babel, agar bisa lebih berdaya, dirubah mindsetnya dengan berbagai kegiatan keilmuan dan berkaitan pelatihan,” kata Fatah saat launching sekolah perempuan dengan nama Sekuntum Melati, Senin (24/2/2020).

Pada kesempatan itu, dia menegaskan, saat ini banyak para ibu rumah tangga, yang tidak lagi mematuhi perintah suami, tetapi juga sisi positifnya, banyak perempuan yang juga telribat dalam berbagai bidang pekerjaan.

Baca Lainnya

Berbeda dengan jaman dulu, dimana, katanya, perempuan selalu tunduk pada suami dan hanya di rumah saja, setelah akhirnya RA. Kartini melakukan gerakan perubahan.

“Ibu-ibu disekolahkan lagi, agar lebih memahami tugas dan fungsi seorang ibu, menambah wawasan perempuan, tetapi tidak melanggar kodratnya,” terangnya.

Di Babel, sebutnya jumlah penduduk sebanyak 1.485.000 jiwa, beda tipis antara Laki-laki dan perempuan, dengan lebih banyak laki-laki.

“Ini emansipasi wanita, dalam melaksanakan tugas kemanusiaan, tidak hanya melayani kegiatan rumah tangga, kita mewariskan dan meneruskan cita-cita RA Kartini, agar perempuan berdaya,” ulasnya.

Ia juga menyoroti, banyak perempuan yang diamanahkan untuk menduduki jabatan strategis, baik di pemerintahan maupun di dunia kerja swasta, termasuk di dunia politik.

Mantan sekda Belitung ini juga berharap, perempuan yang bersekolah di sekolah perempuan ini bisa menjadi perempuan yang mandiri, tangguh dan memiliki berbagai pengetahuan termasuk dapat membaca peluang usaha.

“Nanti ia tidak hanya berpikir menjadi ibu rumah tangga saja, tetapi apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan ekonomi, apa yang di beranda rumahnya bisa dijadikan apa, silahkan konsultasi dengan rumah kemasan untuk mengemas produk rumahan menjadi menarik,” pintanya.

Sementara, Ketua TP PKK Babel, Melati Erzaldi menilai selama ini perempuan di Babel masih belum tergerak untuk mandiri, dan hanya bergerak di rumah saja.

“Sekolah perempuan ini berawal karena saya merasa ada kesenjangan kontribusi perempuan padahal punya potensi besar tapi masih di bawah laki-laki,” ulasnya.

Oleh karena itu, kata dia, bagaimana menciptakan perempuan yang maju, beradaya secara ekonomi dan berkontribusi dalam membangun Babel, baik dari segi ekonomi, pendidikan, politik, dan kesehatan..

“Modul yang disiapkan bukan hanya ekonomi, tapi kesehatan, akan ada pelatihan, seperti bagaimana membuat albumin, dan lainnya,” jelas Melati.

Tak saja boleh diikuti oleh ibu rumah tangga, tapi sekolah perempuan ini bisa diikuti semua kalangan, dari remaja hingga ibu rumah tangga.

“Bebas usia dan masih produktif, mempunyai keinginan mau maju, nggak harus ibu rumah tangga,” ujarnya. (nov/10)

Related posts