Sekolah Dibuka Saat Pandemi Corona, Kadisdik Tegaskan Siswa Bukan Dijadikan Kelinci Percobaan

  • Whatsapp
Kadisdik Babel, M.Soleh

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG– Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) telah mengambil kebijakan untuk membuka kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah. Langkah uji coba ini akan diterapkan di satu sekolah di setiap kabupaten dan kota.

Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Babel, M. Soleh menegaskan uji coba ini bukan berarti siswa dijadikan kelinci percobaan, tetapi sebagai pilot project untuk penerapan disiplin kesehatan Covid-19 di sekolah.

“Satu sekolah di setiap kabupaten dan kota, pertimbangan kesiapan sekolah, sekolah yang ditunjuk akan menjadi barometer di daerahnya, karena kalau tidak dimulai, kapan lagi, kita tidak tahu kapan wabah ini akan berakhir, jika tidak disikapi, akan berdampak terhadap dunia pendidikan,” ujar Soleh, Minggu (31/5/2020).

Ia mengaku, memahami jika ada orangtua siswa yang keberatan, anaknya masuk sekolah, dan dari Dinas Pendidikan, ujarnya, tidak ada paksaan bagi siswa untuk masuk atau tidak.

Baca Lainnya

“Kalau orangtua keberatan, nggak masalah, tidak ada paksaan, anak dan orangtua yang siap saja, kalau semuanya menolak satu sekolah, kita ganti dengan sekolah lain yang siap, tetapi sayang sekali kalau tidak dimulai,” tegasnya.

Soleh menyebutkan, penerapan KBM di masa uji coba ini, bukan berarti semua siswa masuk ke sekolah dalam waktu bersamaan. Tetapi, telah diatur teknis dan harus sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.

“Guru-guru juga kita skrining, apabila ada guru yang sakit, atau riwayat penyakit, tidak usah masuk atau mengajar, demikian juga siswa, kalau ada yang batik flu, nggak usah sekolah, dan anak-anak yang tidak masuk tetap dilayani belajar di rumah,” tandasnya.

Jam pelajaran, kata dia, jika sebelumnya 45 menit untuk satu jam pelajaran, maka dikurangi dengan maksimal 40 menit untuk satu jam tatap muka. Demikian juga pengaturan ruang kelas, jika satu kelas diisi 38 siswa, maka pada saat KBM dimasa pandemi ini, setengahnya saja dalam satu kelas.

“Sebelum masuk siswa di cek suhu tubuh, wajib menggunakan masker, jaga jarak, mencuci tangan, guru mengurangi jam pelajaran dan keliling kelas, artinya hanya di depan kelas, dan satu kelas berisi setengah dari jumlah siswa biasanya,” jelas Soleh.

Untuk tahap pertama ini, siswa yang masuk sekolah, bukan keseluruhan kelas, tetapi diatur, misalnya kelas X terlebih dahulu, baru pekan depan kelas lainnya secara bergiliran.

“Jadi tidak ada penumpukan siswa di sekolah, karena jadwalnya diatur sedemikian rupa, ruang kelas sebelum dan setelah digunakan juga dilakukan penyemprotan,” ulasnya.

KBM ini, lanjut mantan kepala sekolah ini, bagian dari edukasi terhadap siswa tentang penerapan protokoler kesehatan Covid-19, karena jika menunggu wabah ini berakhir, belum bisa dipastikan kapan akan berakhir.

“Sementara ini satu sekolah dulu satu kabupaten, kita lihat evaluasinya bagaimana, hingga tahun ajaran baru nanti. Kalau tidak disiapkan, kapan lagi, dengan uji coba ini, anak-anak bisa paham bagaimana menjalani pendidikan di tengah pandemi, mudah-mudahan wabah ini bisa segera berakhir,” harapnya.

Soleh meminta, anak yang mulai bersekolah, dapat didukung oleh orangtuanya, dan diantar jemput ketika ke sekolah, untuk menghindari anak-anak keluyuran setelah pulang sekolah.

“Kalau bisa anaknya dianter jemput, kami khawatir kalau tidak dijemput, sepulang sekolah anak-anak kemana-mana, ke Ramayana, Transmart, ke pantai, ini menjadi beban kami juga, makanya kami berharap, pihak sekolah dan orangtua bisa saling mendukung, dan melawan Corona ini bersama,” ujar Soleh.

Disinggung kekhawatiran orangtua terkait adanya dua siswa di SMA 1 Pemali yang hasil rapid test, reaktif. Soleh mengatakan, siswa tersebut telah ditangani oleh tim gugus kabupaten Bangka.

“Dua yang hasilnya reaktif, sudah ditangani oleh tim gugus tugas, kita berharap hasilnya negatif. Sementara siswa yang lain, ketika masuk sekolah akan diterapkan sesuai protokol kesehatan Covid-19, kalau memang sedang sakit tidak usah masuk sekolah,” pungkasnya.(nov)

Related posts