Samsir Sebut PDAM dan PAM SIMAS Banyak Tumpang Tindih

  • Whatsapp

 

Samsir

*Puluhan Miliyar Dana Irigasi Masuk ke Basel

Read More

TOBOALI – Pembangunan sumber daya air di kabupaten Bangka Selatan antara program PDAM dan PAM SIMAS yang merupakan tanggung jawab PU dengan Cipta Karya banyak terbengkalai dan tumpang tindih.

Hasil pengecekan Komisi 3 DPRD Basel terdapat beberapa desa yang sudah memiliki saluran PDAM dibiarkan tidak berfungsi seperti desa Ranggung , Pangkal Buluh, Irat, dan Bedengung. Semua desa tersebut PDAM tidak berfungsi dan sampai sekarang pun belum jelas status apakah sudah serah terima ke pemerintah yang bersangkutan.

Demikian dikatakan Anggota Komisi 3 DPRD Basel Samsir kepada wartawan Minggu (9/2/2020). Menurutnya, Komisi III DPRD Basel akan melakukan konsultasi ke Balai Sumber Daya Alam Provinsi Babel dan akan memanggil Dinas Pekerjaan Umum untuk mempertanyakan status jaringan PDAM di setiap desa yang sudah terpasang namun cenderung tumpang tindih dengan PAM SIMAS yang merupakan program Dinas Pekerjaan Umum melalui Cipta Karya.

Politisi PKS ini menambahkan hasil konsultasi melalui Komisi 3 DPRD Basel ke balai SDA Kementerian PU di Palembang Sumatera Selatan disebutkan bahwa tahun 2020 ini kabupaten Bangka Selatan kembali mendapatkan dana untuk irigasi yakni  untuk sawah Rias sebesar Rp 12 Miliar, Sawah Dungun sebesar Rp 9 Miliar dan Sawah Batu Betumpang sebesar Rp 7 Miliar serta kelanjutan pengaman Pantai Sebagin sebesar Rp 10 Miliar.

“Kita akan pertanyakan mengapa program PDAM dan PAM SIMAS ada yang belum berjalan, terkesan terbengkalai bahkan tumpang tindih, ini akan kita carikan solusi bersama agar masyarakat dapat menikmati program air bersih ini, begitu juga dengan bantuan irigasi sawah dari pusat ini, semoga dapat dilaksanakan pembangunannya dengan baik sehingga hasil produksi beras terus meningkat dan swasembada beras segera terpenuhi” pungkas Samsir. (raw)

Related posts