Reses, Ferdiyansyah Terima Keluhan Soal Sampah dan Banjir

  • Whatsapp
Reses Anggota DPRD Babel, Ferdiyansyah di kediaman salah satu warga di Jalan Gajah Mada I, Kota Pangkalpinang, Selasa (21/1/2020) malam.(foto: Roni Bayu)

PANGKALPINANG – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Dapil Kota Pangkalpinang, Ferdiyansyah melaksanakan reses di kediaman salah satu warga di Jalan Gajah Mada I, Kota Pangkalpinang, Selasa (21/1/2020) malam.

Dalam reses tersebut, politisi Partai Gerindra ini menampung berbagai keluhan dan aspirasi dari masyarakat sekitar, diantaranya, permasalahan banjir, sampah dan pasar.

Read More

Menanggapi masalah banjir, Ferdy mengatakan, dirinya akan meneruskan permasalahan ini ke Dinas PUPR Babel agar dapat ditindaklanjuti bersama sehingga Kota Pangkalpinang ini ditargetkan dia, bebas banjir pada 2021 atau 2022.

“Jadi saya reses ini memang ke daerah-daerah banjir, Insha Allah kami dari Dapil Pangkalpinang akan berjuang untuk bagaimana Pangkalpinang ini, nah itu nanti kita akan identifikasi, kita duduk bersama baik itu dari pemerintah kota, kabupaten, provinsi dan stakeholder yang lainnya,” kata Ferdy.

Untuk penanganan sampah, disampaikan Ferdy, dirinya akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup provinsi dan kota. “Bagaimana cara prosesnya, apakah sampah ini langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), atau diproses daur ulang,” ujarnya.

“Kemarin kita sempat kunjungan kerja ke Surabaya, kita lihat bahwa sampah itu masih bisa didaur ulang dan bahkan sampah itu masih bisa menghasilkan, terutama menghasilkan pendapatan bagi masyarakat, Nah hasil akhir sampah yang tidak bisa kita olah lagi baru kita kirim ke TPA,” tambahnya.

Selanjutnya, menanggapi keluhan salah satu warga mengenai keberadaan pasar kaget yang mengganggu proses belajar mengajar Sekolah Dasar (SD) di kawasan Gajah Mada, Ferdy meminta Pemkot Pangkalpinang untuk melakukan research (penelitian) berdasarkan Perda Rencana Tata Ruang (RT) Rencana Tata Wilayah (RW) kawasan tersebut dan mencarikan solusi yang terbaik bagi pedagang dan masyarakat.

“Masalah pasar ini terkait dengan pemerintah kota, bagaimana RT RW nya, apakah di dalam Perda tentang Rencana Tata Ruang dan Rencana Wilayah pasar yang ada di Kelurahan Gajah Mada ini apakah itu masuk kawasan perdagangan atau permukiman,” ujarnya.

“Kalau masuk kawasan permukiman, kita minta ketegasan dari pemerintah kota untuk memberikan solusi, diatur apakah pasar itu direlokasi, kalau itu kawasan itu masuk perdagangan, berarti sekolahnya yang dipindah, yang penting bagaimana win-win solution antara pedagang dan warga masyarakat yang ada di daerah tempat Pasar Kaget tersebut, kita meminta Pemkot Pangkalpinang untuk melakukan research,” ujarnya. (ron/10)

Related posts