Kiri Sayap
kanan Sayap Kategori
Dibawah Menu

Ratusan Ton Zirkon di Belitung akan Dikirim, Sudah Masuk Tongkang

Akan Mampir ke Bangka lalu ke Kalimantan

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG - Desakan dan permintaan kalangan aktivis organisasi kemasyarakatan (Ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) agar aparat penegak hukum serta instansi terkait menghentikan pengiriman mineral ikutan jenis zirkon berikut turunannya dari Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sepertinya tidak digubris.

Buktinya, rencana pengiriman ratusan ton meneral ikutan timah yang diduga ilegal tersebut masih berjalan mulus. Bahkan, pasir-pasir zirkon yang diduga tidak jelas asal-asulnya ini telah dikirim dari gudang penimbunan zirkon di Desa Sungai Samak ke Pelabuhan Tanjung Batu, Desa Pegantungan, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung sejak Minggu (27/12/2020).

Sedangkan di Pelabuhan Tanjung Batu, telah sandar sebuah tugboat dan Tongkang bernama lambung Syukur 20 Samarinda yang siap mengangkut mineral logam tanah jarang tersebut dengan tujuan Pulau Bangka, untuk selanjutnya berlayar ke Pulau Kalimantan.

Dan didapat kabar, Senin hari ini (28/12/2020) puluhan truk pengangkut zirkon dari gudang penyimpanan hilir mudik ke Pelabuhan Tanjung Batu. Aktivitas kesibukan crane memindahkan karung-karung zirkon dari bak truk ke dalam tongkang, masih terjadi sejak kemarin malam hingga sore tadi.

Sementara para aktivis LSM Lumbung Informasi Rakyat (Lira) dan LSM Petir, DPD KNPI, MPC PP Belitung, dan SAPMA, Forum Kerja Bersama (FKB), GP Anshor dan IKPB sempat menyampaikan pernyataan sikap kepada Bupati Belitung, Sahani Saleh, pada Sabtu (26/12/2020) terkait permintaan penghentian pengiriman zirkon ini.

Intinya, dalam pernyataan sikap tersebut para aktivis ormas, LSM dan kepemudaan meminta kepada Bupati Belitung untuk menghentikan segala aktivitas penampungan dan penjualan mineral ikutan timah keluar daerah, serta mendesak aparat penegak hukum bertindak tegas untuk meminimalisir potensi kerugian daerah. Terlebih, pengiriman ini adalah yang keenam kalinya terjadi sejak tahun 2018 lalu.

HN---salah satu pemilik zirkon, menuturkan, pihaknya memiliki perizinan lengkap terkait pengiriman zirkon tersebut. Pengusaha asal Kalimantan ini mengaku juga sudah berkoordinsi dengan pihak terkait. "Oknum aparat sudah telpon kita," tukas HN.

Namun kalangan LSM, Ormas dan aktivis Kepemudaan masih mempertanyakan asal-usul zirkon tersebut. Sebab, Perusahaan CV. Mualim, yang menjadi cikal bakal PT. Mualim Putra Pratama yang disebut-sebut memiliki Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) non logam (Zirkon) seluas 15,62 hektar di wilayah Kecamatan Sijuk, justru di dalam WIUP itu tidak pernah ada aktivitas penambangan zirkon.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun rakyatpos.com, ada sekitar 700 ton zirkon dari Belitung yang dikirim ke Kalimantan via Bangka, dengan melibatkan belasan armada truk berkapasitas angkut hingga 8 ton.

Menurut pekerja di pelabuhan, pengisian zirkon ke tongkang diperkirakan memakan waktu dua hari, yakni sejak Minggu (27/12/2020) hingga Senin (28/12/2020). Pengiriman mineral yang menggunakan tongkang Syukur 20 Samarinda ini, sebelum ke Kalimantan tongkang akan merapat ke Pulau Bangka untuk menjemput zirkon dari sekitar Bangka. Namun belum dipastikan kapan tongkang akan berangkat dari Belitung.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Afrion Putra sayangnya belum berhasil dikonfirmasi. Dihubungi melalui telpon pada Minggu (27/12/2020), ponselnya hanya terdengar nada sambung, namun tidak diangkat. Malah selanjutnya, telpon dimatikan dan dalam kondisi tidak aktif ketika dihubungi lagi.

Sementara itu, Agen pelayaran, Hanan mengatakan tongkang berisi zirkon itu diperkirakan akan berangkat besok, Selasa, (29/12/2020). Namun Hanan belum bisa memastikan jumlah muatannya, karena lagi dimuat kedalam tongkang.

"Belum final," kata Hanan, Senin (28/12/2020) sore melalui pesan WA. (tim/1)

Light Dark