Kiri Sayap
kanan Sayap Kategori
Dibawah Menu

Ratusan TI Tungau Diultimatum 1 Hari untuk Bongkar Sendiri

Kasat Reskrim Polres Basel saat memberikan himbauan kepada penambang untuk segera membongkar sendiri mesin dan ponton TI Tungainya.

TOBOALI - Tim gabungan TNI dan Polri member waktu 1 hari untuk pemilik ratusan TI Tungau menarik dan membongkar pontonya dari Laut Suka Damai Toboali dan sekitarnya. Jika tidak maka tim gabungan akan melakukan penertiban dan langsung membongkar TI tersebut pada Jumat (8/1/2021) besok.

Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Bangka Belitung Komisaris Besar Polisi, Sihar Manurung mengatakan, pihaknya akan melakukan tindakan hukum terhadap aktivitas TI Tungau yang melakukan penambangan ilegal dan tidak mempunyai izin di laut Toboali Bangka Selatan.

"Hari ini kita menyampaikan himbauan kepada pemilik TI Tungau untuk menarik Ponton mereka. Kita berikan waktu satu hari, jika masih ada yang beroperasi maka akan kita tarik dan akan kita bongkar," ujar Karo Ops, Kombes Pol Sihar Manurung kepada wartawan, Kamis (7/1/2021).

Manurung menuturkan, pihaknya turun langsung ke lokasi betul-betul untuk melakukan penertiban terhadap aktivitas TI Tungau yang beroperasi dan jelas-jelas ilegal dan tidak mengantongi izin SPK dari PT Timah.

"Setelah kita lakukan pengecekan ada sekitar 600 unit TI Tungau yang beroperasi. Seperti yang kita ketahui bahwa TI Tungau ini milik pribadi sehingga keuntungannya pun untuk sendiri, tidak untuk masyarakat yang terdampak," jelasnya.

Ia mengungkapkan, penertiban terhadap TI Tungau untuk menghindari terjadinya kecelakaan laut, karena TI Tungau ini sangat rawan dengan kondisi ombak saat ini yang cukup besar. Disamping itu, aktivitas TI Tungau juga tidak memenuhi spek atau standar penambangan dan dari segi keamanan juga tidak masuk standar.

"Mereka ini hanya memikirkan bekerja dan mencari biji timah saja, tanpa memikirkan resikonya. Dan untuk menghindari itu, kita lakukan penertiban," imbuh Sihar.

Dikatakan Manurung, TI Tungau tidak diperbolehkan lagi untuk beroperasi, yang boleh beroperasi adalah Ponton Isap Produksi (PIP) yang telah mengantongi izin dan mendapatkan SPK dari PT Timah.

"Kita mengharapkan dengan nanti adanya PIP yang diizinkan oleh Gubernur dan mendapatkan SPK dari PT Timah hasilnya nanti juga akan diberikan kepada masyarakat yang terdampak. Jadi tidak ada lagi masyarakat yang melakukan penambangan timah dengan menggunakan TI Tungau yang tidak masuk dalam standar penambangan," tambahnya.

Menurut Manurung, PIP yang akan berjalan nanti bukan PIP dari luar melainkan PIP yang ada di wilayah itu, sehingga masyarakat yang memiliki TI Tungau dianjurkan untuk jangan beroperasi.

Sementara kata Manurung yang didampingi Kapolres Bangka Selatan, AKBP Agus Siswanto mengatakan, untuk tindak lanjut kepada penampung sudah ada proses tindak lanjut dan sudah ada di Polres serta sudah menjadi perintah Kapolda untuk tindak lanjut kepada penampung timah.

"Pengepul timah ada disidik dan dalam proses. Kita memang harus tegas terhadap pengepul ini, sama dengan yang memberikan jaminan bahwa dia aman dengan dikasih upeti, itu perbuatan-perbuatan yang salah dan tidak bertanggungjawab," tandasnya. (raw)

Diatas Footer
Light Dark