Kiri Sayap
kanan Sayap Kategori
Dibawah Menu

Ratusan PIP Mitra PT Timah Mulai Beroperasi di Laut Toboali

 

RAKYATPOS.COM, TOBOALI – Ratusan Ponton Isap Produksi (PIP) mitra PT Timah Tbk sejak  Jumat (15/1/2021) mulai beroperasi di Laut Toboali. PIP ini dinaungi oleh perusahaan atau CV mitra PT Timah masing-masing CV sebanyak 6 unit PIP. Sejak Kamis lalu PT Timah telah menerbitkan SPK kepada 27 CV mitra Timah atau sebanyak 167 unit PIP total 200 unit PIP yang rencananya akan beraktivitas di Toboali.

 

Kamis lalu Tim gabungan TNI dan Polri melakukan pengamanan terhadap Ponton Isap Produksi (PIP) yang akan melakukan aktivitas penambangan di perairan laut Toboali dan sudah memiliki izin dari PT Timah.

 

Kapolres Bangka Selatan, AKBP Agus Siswanto, mengatakan, pihaknya mulai melakukan pengamanan terhadap PIP yang sudah mengantongi izin dari PT Timah untuk melakukan aktivitas penambangan di perairan laut Toboali sesuai dengan jumlah izin yang telah dikeluarkan oleh PT Timah

 

"Hari ini kita sudah mulai melakukan pengamanan kembali setelah melalui diskusi panjang dengan masyarakat, PT Timah, dan juga Mitra PT Timah dimana disepakati mulai ditata dan jumlahnya betul-betul kita hitung mana yang memiliki izin dan mana yang tidak memiliki izin dipisahkan," kata Kapolres kepada wartawan.

 

Ia menyebutkan, untuk PIP yang sudah memiliki izin sebanyak 27 CV yang merupakan mitra PT Timah. Ia mengungkapkan, untuk pengamanan akan melibatkan 170 personel yang terdiri dari TNI angkatan Darat dan Angkatan Laut. Pengamanan sendiri akan dilakukan  siang dan malam baik di darat maupun di laut.

 

"Pengamanan ini akan kita lakukan setiap mulai aktivitas penambangan. Nanti akan ada pos apungnya dari masing-masing perusahaan yang menyiapkan. Nanti setiap kegiatan akan dipantau sampai kepada penimbangan dan pengangkutan biji Timah guna memastikan biji timah dari hasil PIP betul-betul masuk ke PT Timah," ujar dia.

 

Lebih lanjut, Kapolres meminta kepada para mitra PT Timah untuk mematuhi aturan yang sudah disepakati yaitu biji Timah harus masuk ke PT Timah, serta komitmen kompensasi kepada masyarakat yang terdampak dari aktivitas penambangan yang dilakukan.

 

"Kita sudah warning di dalam beberapa rapat, harus mematuhi aturan yang sudah disepakati. Jika setiap CV itu enam ponton ya enam ponton tidak boleh nambah. Dan mereka sudah ada perjanjian dan komitmen dengan PT Timah dan masyarakat untuk dipatuhi. Jika tidak mematuhi PT Timah akan mencabut izin mereka," tandasnya. (raw)

Diatas Footer
Light Dark