Rasid Tegaskan Tak Ada Debt Collector BPJS

  • Whatsapp
Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Bangka, Muhammad Ali Rasid

SUNGAILIAT– Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Bangka, Muhammad Ali Rasid memastikan tidak ada ‘debt collector’ yang ditugaskan untuk menagih peserta yang menunggak pembayaran iuran bulanan .

Dia menegaskan, pihaknya hanya bekerja sama dengan kader JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) untuk melakukan sosialisasi terkait BPJS dan hanya mengingatkan para peserta jika ada tunggakan.

Read More

“Tidak ada yang namanya debt collector BPJS, di kita hanya ada kader JKN yang merupakan salah satu warga di daerah yang bisa berkoordinasi dan bekerjasama. Orang yang lincah dan mobile di daerah,” ungkap Ali Rasid kepada wartawan, Jumat (17/1).

Meskipun begitu, kata dia, kader tersebut hanya untuk mengingatkan para peserta jika memang sudah terjadi tunggakan agar tidak membengkak dan lebih memberatkan masyarakat.

“Tugasnya ini selain melakukan sosialisasi terkait BPJS ini kepada masyarakat, kader JKN ini juga melakukan monitoring dan mengingatkan warga yang menunggak agar untuk segera membayar iurannya,” terang pria yang biasa dipanggil Rasid tersebut.

Rasid mengatakan bagi para masyarakat yang ingin membayar melalui kader JKN tersebut juga dibolehkan karena dilengkapi dengan alat EDC (electronic data captured).

“Jika saat mengingatkan itu ada yang mau bayar juga tidak masalah karena kader JKN ini dilengkapi dengan EDC jadi bisa juga,” tambahnya.

Tunggakan Capai 23,7 Miliar

Disisi lain, dia menjelaskan, tunggakan iuran BPJS Kesehatan Kabupaten Bangka mencapai Rp 23,7 miliar terhitung sejak Januari hingga November 2019. Kecamatan Sungailiat menjadi penyumbang terbesar diikuti oleh Belinyu dan Pemali.

“Tertinggi itu Sungailiat sebesar 8,6 miliar, Belinyu 4,4 miliar, Pemali 2,5 miliar, Merawang 2,4 miliar, Mendobarat 2,3 miliar, Riausilip 1,6 miliar, Bakam 900 juta dan Puding 696 juta,” ungkap Rasid.

Ia juga mengatakan dengan jumlah tersebut maka Kabupaten Bangka tertinggi dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Bangka Belitung.

“Jumlah itu tertinggi dibandingkan dengan daerah lain se babel, mungkin karena jumlah penduduk kita juga terbanyak, ada sekitar 16 ribu KK (kepala keluarga),” terang pria asal sumsel tersebut.

Dari 16 ribuan KK yang menjadi peserta BPJS Kesehatan di kabupaten Bangka, lebih dari 300 ribu orang yang menunggak pembayaran.

“Ada 300 ribuan peserta yang menunggak pada tahun lalu. Mudah-mudahan tahun ini bisa menurun, kalau bisa tidak ada yang menunggak lagi,” harap Rasid. (mla/10)

Related posts