Raperda Final, Jual Beli Mihol di Pangkalpinang Dibatasi

  • Whatsapp
Rio Setyadi

“Semangat kita dan kawan-kawan di DPRD dalam membahas Raperda ini intinya jangan sampai akses ke masyarakat terlalu longgar sehingga sangat mudah membeli miras, tetapi kita juga tidak bisa menutup habis Miras ini karena undang-undang juga membolehkan peredarannya,” Rio.

RAKYATPOS.COM,PANGKALPINANG – Masyarakat Kota Pangkalpinang yang beragama islam dengan dibuktikan identitas KTP, dalam waktu dekat akan dilarang untuk melakukan aktifitas jual beli maupun mengkonsumsi minuman beralkohol (mihol).

Read More

Larangan itu adalah bagian dari Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Pangkalpinang tentang Minuman Beralkohol yang akan segera disahkan.

Pansus II DPRD Pangkalpinang yang membahas Raperda tersebut menyatakan sudah final melakukan pembahasannya. Namun saat ini masih dilakukan evaluasi di tingkat Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Wakil Ketua Pansus II, Rio Setyadi mengatakan, pembahasan Raperda Mihol memang sudah final dan masih dalam tahap evaluasi di tingkat Provinsi karena ada beberapa pasal baru yang sudah disepakati bersama oleh Fraksi-fraksi di Pansus II.

Pasal baru tersebut kata Politisi Partai Keadilan Sejahtera, yang pertama ialah seluruh masyarakat yang memiliki KTP Islam dilarang menjual, membeli dan mengedarkan Mihol.

“Sedangkan yang kedua adalah lokasi tempat penjualan Mihol disepakati bersama dengan jarak 500 meter dari tempat ibadah, sekolah dan fasilitas umum lainnya,”ujarnya Jumat (4/12/2020).

Menurut Rio, Evaluasi Raperda di tingkat Provinsi ini diharapkan dapat selesai pada Desember 2020 ini juga sehingga dapat secepatnya dilakukan Paripurna pengesahan Raperda menjadi Perda yang akan mengatur tentang peredaran dan penjualan Mihol di Kota Pangkalpinang.

“Semangat kita dan kawan-kawan di DPRD dalam membahas Raperda ini intinya jangan sampai akses ke masyarakat terlalu longgar sehingga sangat mudah membeli miras, tetapi kita juga tidak bisa menutup habis Miras ini karena undang-undang juga membolehkan peredarannya,”tegasnya. (Bum/7)

Related posts