PUPR Bahas Proyek Strategis 2021

  • Whatsapp

PANGKALPINANG – Meskipun tahun 2020 baru berjalan beberapa bulan, namun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemprov Bangka Belitung (Babel) sudah membicarakan rencana strategis pembangunan infrastruktur di tahun 2021.

Kepala Dinas PUPR Pemprov Babel, Noviar Ishak mengatakan pihaknya sengaja mengumpulkan organisasi perangkat daerah (OPD) PUPR se-Babel dan membahas secara bersama rencana tersebut.

“Kita satukan persepsi, agar pembangunan bisa terpadu dan saling mendukung, jangan satu bangun itu satu kesana,” terangnya, Senin (2/3/2020).

Baca Lainnya

Rakor ini, kata dia, digelar di Soll Marina Hotel, dengan beberapa prioritas yang akan dikerjakan di tahun 2021 mendapatkan. “Salah satunya bidang bina marga, perapian pedestrian, pengendian banjir pembangunan jalan trans Bangka,” ujarnya.

Tak hanya itu, dua titik di wilayah Kurau, Bangka Tengah, akan dilakukan normalisasi alur muara agar memperlancar lalu lintas kapal nelayan di wilayah itu.

“Salah satu pengendalian banjir adalah pembangunan jembatan di Nibung, ini sudah disetujui APBN belasan miliar anggarannya, hanya saja syaratnya Kabupaten Bangka Tengah harus menyiapkan lahan,” terangnya.

Dalam rakor ini, Noviar menegaskan, sudah menyampaikan ke Pemkab Bangka Tengah dan pihaknya bersedia membebaskan lahan untuk lokasi pembangunan jembatan di lokasi yang rawan banjir ini.

“Sementara di Kurau, akan dilakukan pengerukan alur dan dari sumber daya air sudah melakukan kajian dan teknologi yang cocok,” katanya seraya menyebutkan aalur di Kurau ini dikarenakan sedimentasi akibat aktivitas tambang dan penggundulan hutan.

Sementara untuk Jalan Trans Bangka, Noviar berharap bisa direalisasikan tanpa menunggu Jembatan Bahtera yang mengubungkan Bangka-Sumatera dibangun.

“Kita sudah siap, tetapi kementerian menyebutkan apabila fs (feasibility study-red) Jembatan Bahtera layak, mereka mau kembangkan jalan itu, padahal kita maunya jalan ini dibangun dulu,” tandasnya.

Jalan Trans Bangka dan Jembatan Nibung ini, lanjutnya akan diupayakan untuk diperjuangkan di hadapan Bappenas, dalam waktu dekat ini.

Disinggung perapian pedestrian, Noviar menyebutkan akan diterapkan di setiap ibukota kabupaten di Provinsi Babel, termasuk di Kota Pangkalpinang yang akan masih dilakukan penataan dan perapian.

“Tahun depan kita coba di Bangka Barat, maunya semua kabupaten, tetapi tergantung kesiapan lahan daerah, kita mau tapi kalau kabupaten nggak mau ya nggak bisa, titik lokasi sudah ada,” tandasnya.

Di Pangkalpinang, titik yang masih akan dibangun di ruas jalan nasional dan beberapa titik lainnya agar menambah cantik ibukota Provinsi Babel itu. (nov/10)

Related posts