PNS antara Harapan dan Persepsi Publik

  • Whatsapp

Kelima, PNS bekerja monoton dan tidak dapat mengembangkan diri. PNS tidak memiliki tantangan, monoton dengan pekerjaan yang sama. PNS dengan mudah dapat melakukan usaha sampingan, bahkan status PNSnya seolah sebagai pekerjaan sampingan. Kebijakan reformasi birokrasi, pekerjaan PNS justru paling menuntut adanya peningkatan kemampuan berkala. Pemerintah me- nuntut PNS harus multi talenta, tidak hanya mahir dalam mengurus birokrasi, akan tetapi juga handal mengurus urusan teknis. Pelayanan masyarakat yang dilakukan PNS memang ma- yoritas bersifat rutin, namun tidak berarti statis. PNS yang bertugas dalam unit pelayanan secara bergantian diikutkan dalam program-program pelatihan, baik di dalam maupun di luar negeri. PNS diberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan sesuai bidang tupoksinya dengan sistem tugas belajar maupun izin belajar guna meningkatkan dan mengembangkan SDM pada pemerintahan.

Keenam, PNS tertentu diberikankendaraan dinas. PNS di daerah khususnya, disamping mendapatkan gaji dan tunjangan, juga mendapat fasilitas kendaraan dinas yang dapat dipakai layaknya kendaraan pribadi. Kondisi ini terjadi masa lalu sebelum dikeluarkannya Permenpan Nomor 87 Tahun 2005. Kendaraan Dinas hanya digunakan untuk kepentingan dinas yang menunjang tugas dan fungsi pokok PNS yang bersang- kutan. Dan tidak semua PNS di- berikan kendaraan dinas. Terkait masih adanya oknum PNS yang menggunakan kendaraan dinas diluar kepentingan dinas itu akan menjadi tanggungjawabnya terhadap instansinya, terutama tanggungjawab moralnya terhadap masyarakat. Kendaraan dinas diperoleh dari uang pajak rakyat, maka seharusnya PNS yang memiliki kendaraan dinas tidak berbangga menggunakannya diluar kepentingan dinas.

Read More

PNS Harapan Publik

Enam persepsi publik terhadap PNS di atas merupakan sebagian kecil yang penulis rangkum dari
berbagai sumber dan pengalaman penulis. Persepsi negatif publik terhadap PNS sebenarnya dapat
dibuktikan terbalik dengan mengubah paradigma dan mindset masing-masing PNS.

Paradigma PNS terhadap jam kerja bahwa jam kerja yang telah ditentukan wajib diikuti. Tanamkan
mindset bahwa jika setiap hari harus seenaknya masuk kerja namun gaji dan tunjangan masih sama, itu artinya
ada hak yang diterima tidak halal yang akan dimakan untuk dirinya dan keluarga. Tidak lagi berkeliaran
disaat jam kerja, nongkrong di warung kopi atau sarapan berlama-lama seakan lupa jam kerja. Jikapun berkepentingan untuk keluar disaat jam kerja menjemput anak pulang se- kolah, misalnya, setidaknya sebisa
mungkin mengatur waktu bukan malah dijadikan kesempatan me- ninggalkan kantor berlama-lama.

Related posts