PNS antara Harapan dan Persepsi Publik

  • Whatsapp

Ketiga, PNS tidak ada PHK atau pemecatan. Jika sudah diterima menjadi PNS, maka nasibmu akan
aman sampai pensiun. Tidak ada yang akan memberhentikan atau PHK atau dipecat, seburuk-buruknya nasib paling dimutasi ke tempat yang jauh yang sulit dijangkau. Persepsi ini berbeda dengan kondisi sejak diberlakukannya reformasi birokrasi pada PNS. Telah banyak PNS dipecat atau diberhentikan
dengan berbagai kasus, termasuk pemecatan bagi PNS yang jarang masuk kantor. Lihat saja, pemecatan
PNS secara massal yang tersangkut kasus korupsi dalam akumulasi beberapa tahun terakhir. Ini membuktikan bahwa PNS sekarang tidak tidak menjamin untuk aman tanpa pemecatan sampai pensiun.

Keempat, ingin menjadi PNS harus setor uang. Masuknya mudah karena koneksi, membayar uang untuk oknum. Bagi penulis, ungkapan menjadi PNS karena uang bisa jadi terjadi ada masa lalu, dan sebagai ungkapan pelampiasan bagi masyarakat yang kesulitan menembus PNS, karena bagi penulis menjadi PNS nyatanya tanpa ada setoran seper- senpun. Usaha, doa, dan ikhtiar menjadi kuncinya. Apalagi sistem perekrut- an tiga tahun terakhir dengan sistem Computer Assisted Test (CAT), kelulusan pelamar akan terseleksi se- cara otomatis di sistem mulai dari pemberkasan sampai dengan perangkingan peserta secara terbuka. Lihat saja perjuangan pelamar CPNS sekarang, mereka harus berjuang melawan lemotnya jaringan internet yang harus menuntut mereka mendaftar dengan sistem daring, pemberkasan yang tidak bertemu langsung dengan panitia seleksi sehingga tidak dapat bertanya terkait keraguraguan kelengkapan berkas. Saat mengikuti tes tertulis sistem CAT dihadapkan dengan soal-soal yang gampang-gampang sulit memerlukan ketelitian, kejujuran, dan kesabaran.

Read More

Hasil tes yang langsung dimun- culkan sebelum meninggalkan ruang- an ujian yang membuat jantung ber- degup kencang, jika lulus ke tahap berikutnya maka langkah kaki akan percaya diri. Tapi jika hasil yang tampil
belum memenuhi passing grade yang dipersyaratkan maka langkah kaki seakan tak mampu menginjak bumi,
bahkan bisa jadi pingsan. Kondisi sistem tes seperti ini, masihkah ada indikasi permainan oknum? Masih
ingat kasus joki CPNS di Makassar tahun 2018 yang melibatkan oknum PNS, dengan mudah dapat terdeteksi
dengan sistem perekrutan yang diterapkan kini. Dan konsekuensinya jika menggunakan joki atau curang,
maka dari data Nomor Induk Kepen- dudukan (NIK) yang digunakan saat mendaftar akan otomatis masuk dalam daftar hitam dan tidak bisa ikut perekrutan CPNS selamanya.

Related posts