PNS antara Harapan dan Persepsi Publik

  • Whatsapp
Oleh: Abdul Rahman
PNS Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan

Sejak lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 dibuka pada 11 No- vember 2019 secara daring (online) oleh pemerintah melalui Kementerian Pendaya gunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi (Kemenpan-RB), ribuan bahkan jutaan pelamar berbondong-bondong untuk bersaing
memperebutkan posisi dengan formasi yang telah ditentukan tersebut. Hal ini dapat dilihat dalam akun
media sosial Badan Kepegawaian Negara RI pada Selasa (10/03/2020), setidaknya tercatat 3.361.802
pelamar yang terdaftar sebagai peserta ujian SKD yang setidaknya akan mengadu nasib memperebutkan 152.286 formasi yang telah disiapkan oleh pemerintah pada rekrutmrn CPNS 2019.

Di satu sisi pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi incaran para pencari kerja, di sisi
lain kinerja PNS terus disoroti oleh masyarakat. Birokrasi yang berbelitbelit; aparatur yang malas-malasan;
pelayanan yang tidak memuaskan bahkan menyebalkan; setidaknya ini sedikit dari sekian banyak sorotan
yang sering didengar dan dialami di Indonesia. Sebagai ilustrasi, misalnya seseorang marah-marah
disebabkan pengajuan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang diajukan di instansi pemerintah
belum juga selesai diproses setelah pengajuan berbulan-bulan tanpa penjelasan dari PNS yang melayani.
Setelah meluapkan amarahnya, PNS yang melayani baru kemudian menjelaskan berkas-berkas yang
harus dilengkapi, proses sana-sini yang membutuhkan waktu yang tidak dapat diprediksi. Ilustrasi ini bisa
jadi kisah nyata pelayanan aparatur di pemerintahan republik ini yang kepala negaranya mati-matian ingin memberikan pelayanan super cepat dan tepat pada rakyatnya.

Tingginya minat masyarakat untuk mengikuti seleksi penerimaan CPNS ini menjadi gambaran bahwa menjadi PNS atau yang sekarang dikenal dengan sebutan Aparatur Sipil Negara (ASN) masih diidam-idamkan sebagian besar pencari kerja di Indonesia. Meskipun banyak kalangan, masyarakat pada umumnya menilai kinerja dan profesionalisme PNS masih dibawah harapan. Keluhan-keluhan bahkan umpatan masyarakat kerap menjadi berita di media karena mendapat perlakuan dan pelayanan buruk ketika berurusan dengan instansi pemerintah.

Pejuang PNS yang sedang mempersiapkan diri merebut formasi incaran, sebelum terjun menjadi
PNS, sebaiknya perhatikan persepsi publik yang terlanjur disematkan pada PNS agar menjadi PNS yang profesional dan teladan. Ada beberapa persepsi publik terhadap PNS yang penulis rangkum dari berbagai
sumber. Pertama, PNS bisa masuk kantor sesuka hati. PNS bekerja dengan jam kerja yang longgar. Pagi
datang terlambat karena mengantar anak sekolah. Siangnya istirahat sebelum waktunya istirahat, karena
menjemput anaknya pulang sekolah dan balik ke kantor melebihi waktu istirahat karena kelelahan sehingga
ketiduran. Sorenya pulang lebih awal karena takut terjebak macet. Kondisi ini dijumpai di masa lalu, ketika
reformasi birokrasi belum digadanggadangkan oleh pemerintah di kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Berbeda dengan sekarang, di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) telah mengeluarkan peraturan hari dan jam kerja yang berlaku di Kementerian PANRB dan sebagian sudah diterapkan di pemerintah daerah yang mewajibkan PNS mengganti waktu keterlambatan masuk kerja pada saat pulang kerja, setiap keterlambatan ditoleransi 30 menit harus diganti 30 menit di hari itu juga.

Baca Lainnya

Related posts