PN Sungailiat Terbuka untuk Diawasi

  • Whatsapp
ilustrasi
foto ilustrasi

SUNGAILIAT – Pencanangan Zona Integritas Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat tahun 2020, merupakan deklarasi/pernyataan bahwa PN Sungailiat telah siap membangun zona integritas.

Hal ini ditegaskan Ketua PN Sungailiat, Fatimah S.H., M.H kepada wartawan Selasa (28/1/2020). Menurutnya, zona integritas yang dicanangkan dilaksanakan secara terbuka dan dipublikasikan secara luas melalui media massa.

Read More

“Dengan maksud agar semua pihak termasuk masyarakat dapat memantau, mengawal, mengawasi dan berperan serta dalam program kegiatan,” katanya.

Ia jelaskan, reformasi birokrasi khususnya di bidang pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik, terus dilakukan PN Sungailiat. Pihaknya menjaga diri agar selalu dapat meningkatkan integritas, performa aparat pengadilan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat dan pencari keadilan.

Ia mengakui, zona integritas yang sudah dicanangkan sudah saatnya ditunjukkan komitmen bersama terutama bagi PN Sungailiat dalam pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani.

Pada tahun ini, merupakan tahun ketiga PN Sungaliat melaksanakan pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani.

Dimana dari enam program yang difokuskan dalam pembangunan sebagian besar komponen dari tiap program tersebut telah dilaksanakan di PN Sungailiat.

Hal tersebut dimaknai sebagai komitmen serius PN Sungailiat sebagai salah satu satuan kerja di lingkungan Mahkamah Agung untuk ikut serta dalam meningkatkan integritas, performa aparat pengadilan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat dan pencari keadilan khususnya di wilayah hukum Kabupaten Bangka dan Provinsi Bangka Belitung.

Selain melaksanakan program dan kegiatan dalam kerangka judicial, pembangunan zona integritas selama dua tahun ke belakang oleh PN Sungailiat dilakukan dengan melaksanakan inovasi. Di antaranya pengembalian sisa panjar biaya perkara melalui CMS (Cash Management System), penerapan e-SKUM, penerapan one day service, penerapan eraterang, penerapan e-court dan e-litigasi.

Terhadap program, kegiatan, dan inovasi tersebut memang telah membuahkan hasil positif, dimana nilai Indeks Persepsi Masyarakat tentang Korupsi di PN Sungailiat tahun 2019 mencapai 92,6% atau sangat baik pada semester satu dan mencapai 92,8% pada semester dua.

Sedangkan Indeks Persepsi Masyarakat dari segi kepuasan pada semester satu tahun 2019 mencapai 90,33% atau sangat baik dan menjadi 90,42% pada semester dua.

“Namun nilai tersebut tidak membuat kami berpuas diri, malah justru mengingatkan dan juga memacu kami untuk selalu introspeksi, berpikir out of the box untuk mengembangkan inovasi,” pungkas Fatimah. (2nd/1)

Related posts