Pertamina: Jika Melanggar, SPBU Bisa Diputus Hubungan Usaha

  • Whatsapp
Seorang warga mengisi sendiri BBM jenis premium di SPBU 2A331154 Simpang Bukit Toboali, Kamis (29/8/2019). (foto: ist)

TOBOALI – Region Manager Communication dan CSR Pertamina Sumbagsel, Rifki Rakhman Yusuf menegaskan SBPU yang terbukti melanggar dengan mendahulukan para pengerit baik BBM jenis premium maupun solar subsidi dapat diberikan sanksi. Sanksi terberat yakni pemutusan hubungan usaha.

Demikian dikatakan Rifki kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Jumat (30/8/2019) sore. Dia meminta agar SPBU 2A331154 Simpang Bukit, Toboali tetap memprioritaskan kendaraan roda dua dan roda empat.

“Kita koordinasikan dengan SR Babel dan yang pasti SPBU kita minta tetap prioritas kendaraan roda dua dan roda empat. Operatornya sudah diskors satu bulan. Jika terbukti melanggar ada sanksi yang dikenakan terhadap SPBU. Ada peringatan, skorsing operasi hingga pemutusan hubungan usaha, ” jelas Rifki lagi.

Terpisah, Kapolres Basel AKBP S Ferndinand Suwarji menegaskan pihaknya menginstruksikan SPBU di wilayah hukumnya agar dapat mengutamakan masyarakat umum dibandingkan pengerit. “Kita akan pantau terus SPBU di Basel agar tidak ada lagi masyarakat umum yang tidak diprioritaskan,” pungkasnya. (raw)

Baca Lainnya

Related posts