Perpusdes Belimbing Dorong Minat Baca Melalui Warung “Bakwan”

  • Whatsapp
Tim Monev Bantuan Hibah Buku DKPUS Babel saat melakukan wawancara dengan Pengelola Perpusdes Belimbing.(foto: ist).

RAKYATPOS.COM, BELIMBING – Siapa bilang masyarakat yang tinggal dari pusat kota dan pusat informasi ketinggalan ide cemerlang. Buktinya, Umi Kalsum, remaja Desa Belimbing, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang menjadi Pengelola Perpustakaan Desa (Perpusdes) Belimbing menelorkan ide jitu, mendorong minat baca masyarakat melalui warung “bakwan”.

Sembaru berjualan “bakwan” di warung miliknya yang berada di pinggir Jalan Utama Desa setempat, Umi memanfaatkan rak kayu dan kursi kosong yang ada di samping “bakwan” miliknya untuk meletakkan koleksi buku-buku bacaan yang ada di Perpus Duren Desa Belimbing.

Read More

“Ada sekitar 10 sampai 20 buku yang saya bawa ke warung “bakwan” saya yang ada di depan rumah saya. Buku-buku itu merupakan buku-buku bacaan yang ada di Perpustakaan Desa. Saya buka semacam gerai baca buku sebanyak tiga sampai empat kali dalam satu minggu,” ujar Umi saat diwawancara Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) penerima bantuan buku siap layan dan rak buku Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Babel tahun 2017,  Jumat (27/11/2020).

Umi lebih lanjut menjelaskan, ide membuka gerai baca buku di warung “bakwan” miliknya itu muncul ketika Ia melihat Perpus Duren Desa Belimbing sepi pengunjung karena Pandemi Covid-19.

“Awalnya Perpusdes kami ini, ada pengunjungnya, ibu-ibu yang mengantar dan anak-anaknya ke TK yang ada di samping Perpustakaan Duren ini. Namun, sejak Covid, TK diliburkan, dan pengunjung sepi. Dari situlah muncul pemikiran saya bagaimana caranya walaupun masyarakat tidak berkunjung ke Perpusdes, namun buku-buku di Perpusdes bisa dibaca masyarakat,” terangnya.

Ia menyebutkan, buku-buku yang dibawa di warung “bakwan” miliknya tersebut, masih didominasi buku cerita anak-anak. “Sambil jajan “bakwan”, anak-anak saya suguhi buku-buku bacaan. Tiap minggu buku-bukunya saya tukar di Perpusdes. Kami kan sejak 2017 lalu telah mendapatkan sebanyak 1000 buku dengan jumlah 500  judul buku, ditambah sekitar 400-an buku yang dibeli sendiri Perpusdes,” ungkap Umi.

Related posts