Perbanyak Makan Lempah Kuning, Tangkal Corona

  • Whatsapp

KOBA – Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh menganjurkan kepada masyarakat untuk sering mengonsumsi makanan khas Bangka Belitung yakni menu Lempah Kuning, sebagai salah satu cara menangkal penyebaran virus Corona (Covid-19). Lempah Kuning menurutnya kaya akan rempah-rempah yang mampu menangkal virus.

“Jaga kekebalan tubuh dengan sering mengonsumsi makanan khas daerah jenis Lempah Kuning, agar tidak gampang terserang virus,” katanya kepada Rakyat Pos, Minggu (15/03/2020).

Disebutkan Ibnu, menu Lempah Kuning memiliki komposisi rempah yang banyak sehingga bisa menangkal penyebaran virus Corona dan merupakan makanan khas sehari-hari menjadi menu keluarga di Pulau Bangka.

Baca Lainnya

“Lempah Kuning itu bumbunya banyak rempah-rempah, diantaranya kunyit, jahe, lengkuas dan daun-daun. Khusus untuk Lempah Kuning yang ini bisa menghambat penyebaran virus,” terangnya.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah sudah melakukan upaya antisipasi dengan membentuk tim khusus penanggulangan penyebaran Virus Corona.

“Ini tim khusus yang diiisi sejumlah perawat dan dokter, mereka fokus dalam penanganan kasus Corona,” tuturnya.

Ia menambahkan, sampai saat ini belum ada warga Bangka Tengah terindikasi terjangkit virus mematikan itu. Namun begitu dirinya mengimbau warga lebih tenang menyikapi isu terkait Covid-19 ini.

“Warga kami imbau jangan panik dan lebih tenang menghadapi kasus ini. Pemerintah daerah tentu sudah melakukan langkah-langkah antisipasi,” tandasnya.

Batalkan Terima Penghargaan
Dilain pihak, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman meminta Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Provinsi Babel menunda kegiatan Diklat Revolusi Mental di Astha Hannas, sebagai langkah antisipasi dan pencegahan penyebaran Virus Corona.

Rencananya, peserta Diklat Revolusi Mental yang terdiri dari perangkat desa (kepala desa/sekretaris desa) dan BPMPD se-Babel itu, sebanyak 62 orang. Diklat ini semula akan dilaksanakan pada 16 – 21 Maret 2020 di Lembaga Diklat Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia Yayasan Astha Hannas, Subang, Jawa Barat, berdasarkan Surat Pemanggilan Peserta Diklat Nomor : 800/0932/DPMD tanggal 9 Maret 2020.

Surat pemanggilan peserta ini telah dikirimkan minggu lalu, tetapi secara lisan pada tanggal 14 Maret 2020 diminta untuk dibatalkan keberangkatan seluruh peserta oleh Gubernur Erzaldi Rosman.

“Kita lakukan langkah antisipasi dan pencegahan, sebab dianggap cukup berpotensi untuk terjangkit Virus Corona dalam perjalanan dan aktivitas selama diklat berlangsung,” kata dia.

Gubernur juga terpaksa harus membatalkan kehadirannya dalam pembukaan diklat itu. Padahal, dalam kegiatan ini, Gubernur Erzaldi Rosman dijadwalkan akan menerima Penghargaan Kehormatan Bintang Astha Hannas (Revolusi Mental) oleh Kampus Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia (PKBI) Astha Hannas.

Kepala Bidang BPMPD Babel, Amransyah membenarkan, rencananya keberangkatan peserta pada hari ini ke Subang, untuk kegiatan Revolusi Mental di Astha Hannas Suban. Namun atas perintah langsung dari Gubernur Erzaldi Rosman ini, pihaknya segera berkoordinasi dengan Astha Hannas untuk menjadwal ulang penyelenggaraan diklat.

“Kami juga sedang berusaha menghubungi pihak maskapai penerbangan agar dapat dibantu solusi reschedule,” ungkapnya.

Beberapa pejabat juga mengaku khawatir akan bertugas ke luar Babel saat ini. Dan mereka lebih memilih bekerja di Babel dan cukup berkoordinasi melalui teknologi saja.

“Ngeri ya, yang terkena Covid-19 sudah banyak, mudah-mudahan nggak sampai ke Babel. Stop dulu lah kerja ke luar, mantau via online saja,” sebut Kadis Koperasi dan UMKM, Elfiyena.

Jangan Manfaatkan Kondisi
Terpisah, Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil meminta sejumlah pihak untuk bersama menjaga Bangka Belitung khususnya Kota Pangkalpinang dari penyebaran virus Covid 19.

Pria yang biasa disapa Molen ini menyayangkan ada pihak tidak bertanggungjawab yang memanfaatkan kondisi untuk kepentingan meraup keuntungan, seperti melakukan penimbunan bahan sembako dan masker yang dijual dengan harga tinggi. Menurutnya penyalahgunaan itu seharusnya tidak terjadi.

“Karena adanya temuan penimbunan dan penjualan masker mahal. Sekarang apotek-apotek tidak mau jual masker lagi, padahal masker ini kan hanya untuk orang yang sakit. Pengaruhnya sangat merugikan masyarakat,” ujar Molen.

Selain itu, Walikota menekankan kepada masyarakat untuk tetap tenang menyikapi penyebaran Corona. Warga jangan sampai panik. Apapun informasi terkait Covid-19 juga harus disampaikan secara benar dan detail.

“Mari kita menjaga Babel dari Covid-19, termasuk dengan selalu melakukan gerakan aktif hidup bersih dan sehat. Jangan lupa untuk berdoa,” pungkasnya. (ran//nov/bum/1)

Related posts