Perbaikan Talud Jalan Junction-Membalong tak Kunjung Kelar

  • Whatsapp
Salah satu bagian talud peningkatan Jalan Junction-Membalong di Kecamatan Membalong, Belitung, yang belum selesai dikerjakan. (Foto: Bastiar Riyanto)

Dibantah, Pelebaran Jalan Menerobos Hutan Lindung

RAKYATPOS.COM, MEMBALONG – Setelah hampir satu bulan ambruk, talud peningkatan Jalan Junction-Membalong di Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dibiayai dari dana hibah luar negeri, ternyata tak kunjung selesai dikerjakan.

Proyek yang masih dalam tahap pengerjaan dan menelan dana sebesar Rp86,2 miliar ini, sebelumnya menurut Kepala Dinas PUPR Provinsi Bangka Belitung, Noviar, bahwa kerusakan talud yang ambruk sudah diperbaiki.
Namun dari pantauan Rakyat Pos, Kamis (9/7/2020) hingga Minggu (12/7/2020), proyek peningkatan jalan yang mengalami kerusakan talud cukup parah hingga ambruk itu, belum seluruhnya selesai diperbaiki.

Terlihat perwakilan perusahaan dan konsultan proyek, mengukur panjang talud yang baru sebagian selesai diperbaiki dan bagian atas talud tampak masih basah. Pihak kontraktor hanya mengatakan akan tetap memperbaiki talud jalan yang rusak tersebut.

Baca Lainnya

“Yang sudah diperbaiki 35 meter, sisanya sekitar 5 meter,” kata seorang pengawas lapangan, Wahyu kepada wartawan Jum’at (10/07/2020).

Mirisnya, tidak hanya talud yang disinyalir berada di pekerjaan Paket 3 saja ambruk, kualitas pekerjaan talud dibeberapa titik pada pekerjaan Paket 2 pun tampak ada yang berlobang dan pecah. Bahkan ketika seorang wartawan berdiri di atas talud, kakinya terbenam seperti menginjak lumpur.

Kepala Dinas PUPR Provinsi Bangka Belitung, Noviar saat dikonfirmasi ulang mengatakan akan melakukan koordinasi dengan pihak lain yang terlibat dalam pengerjaan proyek tersebut.

“Nanti akan kami koordinasikan,” kata dia Jum’at (10/07/2020) melalui pesan singkat kepada media ini. Namun Noviar tidak menjelaskan bentuk koordinasi yang akan dilakukan.

Tidak hanya persoalan pengerjaan talud dan jalan, dalam proyek Peningkatan Jalan Junction-Membalong yang merupakan Proyek Hibah Jalan Daerah (PHJD) ini sempat diisukan menerobos kawasan Hutan Lindung Bantan saat pelebaran jalan di Desa Bantan.

Namun, Sekretaris Desa Bantan, Gunadi membantah kemungkinan pelebaran jalan di desa itu menerobos kawasan hutan lindung. Sepengetahuannya, pelebaran jalan di desanya tidak menyentuh kawasan hutan. “Tidak masuk,” sebut Gunadi, Kamis (9/7/2020).

Hal senada disampaikan Afra, PPK pada pekerjaan Paket 2. Menurut dia pelebaran jalan Membalong tidak masuk dalam kawasan hutan. Amdalnya pun sudah ada sejak tahun 2019 lalu.

“Hutan Lindung Bantan berada 25 meter dari pinggir jalan,” katanya saat perbincangan dengan Rakyat Pos di ruang kerjanya, Jum’at (10/7/2020).

Diakui, proyek peningkatan jalan ini sepanjang 15 KM dibagi dalam tiga peket pekerjaan. Paket 1 dikerjakan oleh PT. Sinar Matahari Abadi dengan pagu dana Rp31.023.521.000.-, Paket 2 dikerjakan PT. Billiton Hero Sukses Cemerlang yang pagu angarannya Rp28.775.380.000.- dan Paket 3 oleh PT. Karya Mulya Nugraha sebesar Rp26.461.758.000.-. (yan/1)

Related posts