Peranan jitu Orang Tua di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

  • Whatsapp
Sri Mardiati, S.Pd.
Guru SMA Negeri 4 Pangkalpinang, Babel

Meskipun Pandemi masih melanda Indonesia, tetapi Kemendikbud menyatakan bahwa tahun ajaran baru tetap dimulai pada 13 Juli. Penetapan jadwal itu, tidak berdampak pada metode pembelajaran yang ada, baik daring maupun tatap muka sekolah akan mulai bertahap untuk dibuka kembali. Perkembangan kasus Covid-19 di berbagai daerah yang masih fluktuatif, membuat setiap kebijakan pemerintah daerah harus disesuaikan dengan kondisi terbaru secara berkala. Hal ini bukan berarti Pemerintah lamban dalam mengambil keputusan, namun lebih tepatnya kearah kehati-hatian. Ketika wacana pendidikan dibuka secara normal kembali, pastinya pemerintah telah mempertimbangkan dan mempersiapkan protokol kesehatan dengan baik. Protokol ini, dituangkan dalam standar operasional sekolah (SOS) yang disusun agar benar-benar menjamin dari penyebaran Covid-19. Kendati demikian, kekhawatiran bagi para orang tua tentunya pasti ada, namun harapan untuk anaknya kembali bisa aktif dan produktif kembali k esekolah, sehingga prestasinya akan lebih baikpun tidak bisa dipungkiri.

Sebagai orang tua, kita pun perlu melakukan beberapa hal yang mendukung program pemerintah tersebut, bila sekolah akan beraktivitas tatap muka seperti sedia kala. Setidaknya, perlu ada beberapa langkah yang mesti kita laksanakan sebagai orang tua. Dengan harapan, agar anak-anak kita benar-benar siap dalam menjalani kehidupan Adaptasi Kebiasaan Baru di sekolah dengan aman dan terhindar dari paparan virus corona.

Langkah Pertama, sosialisasikan pada anak adalah penanaman pemahaman tentang apa itu Adaptasi Kebiasaan Baru. Jangan sampai anak menganggap ini adalah kondisi bebas, sehingga tidak memperhatikan protokol yang diterapkan. Kedua, sampaikan bagaimana penularannya covid ini dapat terjadi melalui droplet-droplet (percikan). Untuk itu, anak harus menjaga social distancing. Ketiga, jangan pernah membuka masker bila berdekatan. Selain itu, ada upaya yang tidak kalah pentingnya guna melindungi anak sebagaimana disampaikan oleh pakar kesehatan, antara lain: biasakan anak mengonsumsi makanan bergizi seimbang guna meningkatkan daya tahan tubuh, istirahat yang cukup, berolahraga, menjaga kebersihan, mindset anak jangan mudah panik, karena virus menular bila ada kontak fisik saja. Biasakan anak untuk mencuci tangan dengan hand sanitizer, selanjutnya jangan lupa berdoa.

Tantangan dunia pendidikan kita memang sedang di uji, dimana dari hasil survey yang dilakukan ada apa dengan corona (AADC) 19, menyatakan hampir sebagian besar anak-anak merindukan  sekolahnya, merindukan sahabatnya. Dengan demikian berilah pengertian pada anak agar saat mereka berinteraksi tetap  menjaga jarak dan tidak saling bersentuhan. Karena anak-anak seringkali terbawa emosi dalam diri. Namun, dengan peranan orang tua dan protokol yang ada pasti mereka akan lebih mau mengerti.

Baca Lainnya

Serangkaian ikhtiar yang kita lakukan semata-mata sebuah tameng untuk membekali anak kita di masa Adaptasi Kebiasaan Baru. Jangan terlalu khawatir yang berlebihan sampai mengakibatkan stress, dan jangan pula terlalu berani yang mengakibatkan kelalaian sekaligus mengurangi kehati-hatian dan tameng yang harus tetap dijaga sebagai bentuk ikhtiar kita. Kita harus yakin dengan usaha dan doa. Untuk itu, peranan jitu orang tua di era adaptasi kebiasaan baru sangat dibutuhkan.

Semoga musibah berupa virus Covid-19 ini, berangsur-angsur akan hilang juga, dan kita yakin pada usaha pemerintah dengan mendapat dukungan segenap lapisan masyarakat kita. Indonesia kita suatu hari nanti  kembali zona hijau semua. (***).

 

Related posts