Penyaluran KUR Banyak Salah Sasaran

  • Whatsapp
ilustrasi
foto ilustrasi
  • Alfiker: Pemerintah Harus Bina UMKM
  • Penerima KUR Capai 20.818

PANGKALPINANG-Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bangka Belitung (Babel), Alfiker Siringoringo menilai rendahnya serapan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) karena banyak yang salah sasaran.

“Karena memang yang menerima orang-orang yang sudah punya harta atau ada sertifikat, harusnya diarahkan kepada orang-orang yang tidak bankable, yang tidak memenuhi syarat dari bank,” kata Alfiker dalam rapat bersama dengan Pemprov Babel, Selasa (7/1/2020).

Read More

Dia menyebutkan dalam hal ini, pemerintah sangat berperan untuk menjamin serta membina para pelaku UMKM agar mendapatkan kredit dari bank. Saat ini, sebutnya, ada Sistem Informasi Kredit Program (SIKP), dimana pelaku UMKM harus masuk dalam SIKP dan perbankan tinggal mengambil data penerima KUR di SIKP ini.

“Semua penerima KUR harus masuk ke SIKP, idealnya pemda memasukkan nama-nama pelaku UMKM yang telah dibina dan berpotensi dapat KUR, itu yang masuk ke SIKP, baru perbankan ambil data dari SIKP, cuma ini nggak jalan, datanya rendah, jadi perbankan terpaksa cari sendiri nasabahnya,” bebernya.

Alfiker menambahkan, meskipun dana KUR ini tanpa agunan/jaminan, namun ada klausul yang menyebutkan bahwa perbankan bisa membuka peluang adanya agunan.

“Sebenarnya pagu nasional tahun ini Rp 190 triliun, kalau bagi rata ke semua provinsi kira-kira Rp5 miliar per provinsi, kalau di Babel dibagi tujuh kabupaten dan kota, sekitar Rp500 miliar per kabupaten kota, kalau bisa direalisasikan apakah kita nggak lebih makmur masyarakat, itu yang bisa menikmati modal KUR,” katanya.

Kendalanya, pemerintah kurang melakukan pembinaan kepada pelaku UMKM, oleh karenanya saatnya pemerintah membina UMKM lebih baik dan merekomendasikan pelaku UMKM ke bank agar tercover KUR. Total penerima KUR sebanyak 20.818 dengan nilai Rp 677.544.711.149, dimana paling banyak disalurkan melalui bank BRI sebanyak 16.688 debitur.

Jumlah debitur ini, tersebar di Bangka 5.350 penerima, Belitung 2.821, Basel 3.029, Bateng 2.123, Babar 3.411, Beltim 2.032, Pangkalpinang 1.936 dan Babel 116 debitur. Sementara itu, Assisten II Setda Pemprov Babel, Yanuar berharap kabupaten dan kota segera mengisi SIKP dan target tanggal 15 masuk database, sehingga data segera masuk.

“Mudah-mudahan tahun ini kita koordinir dan lebih banyak lagi penerima KUR di Babel, sayang kalau nggak terserap. OPD terkait di kabupaten kita segera mencari dan menginput data UMKM, agar bisa memanfaatkan dana KUR ini,”katanya.

Pimpinan Bank BRI Pangkalpinang, Yerry, menambahkan pihaknya memang tidak membebankan agunan dalam dana KUR, tetapi jika melihat data debitur mencurigakan, maka perbankan menetapkan agunan.

“Akses KUR mudah, jaminan faktor kedua, kalau usahanya baru dan belum bisa buktikan profil usaha, kami syaratkan agunan, karena kami nggak mau kasi uang hanya untuk dibawa kabur,” kata Yerry.

Dia menawarkan, BRI mendata pelaku UMKM dengan marketing dan tenaga kerja yang ada, mampu menyisir calon debitur di Babel. “BRI punya kemampuan marketing, kalau Pemda bisa sediakan data UMKM di bawah data, kita bersedia channel dan salurkan. Silahkan nanti datanya boleh digunakan oleh pemda,” sebutnya.

Yerry menambahkan, untuk jalur biasa, didaftrakan setiap yang mengurus UMKM, BRI akan menyisir dalam satu triwulan, berapa yang layak diberikan kredit dan ada yang tidak diberikan karena berbagai hal atau tidak memenuhi syarat.

“Kami menawarkan sampai ke level desa, agen BRIlink, bisa setor tarik dan bisa pemberian pinjaman, akan ditindaklanjuti. Kedepan akan bantu Pemda, kalau ada diluar database kami akan infokan ke Pemda untuk di-update,” ulasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Babel, Elfiyena berharap penerima KUR tahun 2020 ini bisa meningkat dan UMKM di Babel juga bisa naik kelas dengan bantuan KUR.

“Terkait data, kemarin sudah panggil beberapa OPD dan diharapkan bisa informasikan ke OPD di kabupaten dan kota, untuk input data ke SIKP agar bisa sinkron, dan semakin banyak UMKM yang bisa mengakses KUR,” pungkasnya.(nov/10)

Related posts