Pentingnya Ice Break dalam Kegiatan Mengajar Guru

  • Whatsapp
Ameliana Tri Prihatini Novianti, S.Si
Guru SMK Negeri 1 Kelapa, Bangka Barat, Babel.

Banyak sekali tantangan untuk menjadi guru. Terkadang kesibukan membuat perangkat pembelajaran dan tuntutan materi yang harus diajarkan membuat guru abai dalam memperhatikan kebutuhan “rekreasi pembelajaran” untuk siswa. Padahal, selingan dikala pembelajaran berlangsung penting diberikan agar siswa tidak merasa bosan dan mengantuk saat belajar. Namun, yang jadi masalah selanjutnya adalah terkadang guru tak cukup andal untuk membuat ice break menyenangkan tanpa menghilangkan kualitas dari materi ice break sebagai substansinya. Kabar baiknya, penulis akan menceritakan pengalaman penulis sebagai guru di SMK Negeri 1 Kelaapa yang sering membuat ice break untuk siswa.

Ice break ini, sangat menyenangkan layaknya bermain game tanpa kehilangan esensi muttu dari materi yang sedang diajarkan. Jadi, walaupun ini merupakan ice break tetap saja dalam rule pembahasan materi yang sedang dibahas. Penulis menggunakan aplikasi Kahoot untuk membuat ice break yang bisa dimainkan siswa menggunakan laptop maupun smartphone. Catatannya, jika guru membuat ice break menggunakan aplikasi Kahoot pada laptop, maka siswa harus memainkannya pada laptop juga. Begitupun jika guru membuat ice break menggunkana aplikasi Kahoot pada Smartphone, maka siswa memainkannya pada perangkat Smartphone pula.

 

Mengenal Quiz Base Game Learning Kahoot

Baca Lainnya

Secara fundamental, Kahoot merupakan platform pembelajaran berbasis game learning atau bahasa sederhananya adalah pembelajaran yang dilakukan menggunakan suatu bentuk media menyerupai permainan/game yang memiliki reward, punsihment, dan level permainan.

Menurut penulis, Kahoot ini, lebih cocok digunakan sebagai ice break ketimbang sebagai tes belajar walaupun di Kahoot juga memiliki berbagai pilihan soal seperti essay, pilihan ganda, bahkan susun gambar/puzzle. Kerennya lagi, Kahoot juga bisa digunakan untuk melakukan polling mengenai suatu hal.

Seperti yang telah diceritakan di atas, Platform Kahoot memiliki dua versi, yaitu versi smartphone yang bisa diunduh dan di instal pada playstore dengan mengetikkan tulisan Kahoot pada fitur search dan versi laptop yang bisa diakses melalui web browser di laman kahoot.com siap pakai tanpa perlu melakukan instalasi.

Penulis lebih senang membuat ice break Kahoot via smarphone dikarenakan kepraktisannya ditambah siswa Kompetensi Keahlian Multimedia SMK Negeri 1 Kelapa dibolehkan untuk membawa smarphone kedalam kelas untuk pelajaran-pelajaran tertentu termasuk pelajaran yang penulis ampu. Namun, untuk guru yang sekolahnya memiliki aturan siswa tidak diperbolehkan membawa smartphone ke sekolah jangan berkecil hati terlebih dahulu, karena siswa dapat memainkannya di rumah sebagai bentuk pekerjaan rumah yang diberikan guru.

Cara menggunakan Kahoot cukup sederhana. Layaknya aplikasi cloud lainnya, dibutuhkan registrasi atau pendaftaran agar akun pengguna terdafatr di database aplikasi dan dapat menggunakan fasilitas yang ditawarkan. Jika menggunakan Kahoot versi web, maka pengguna bisa langsung melakukan registrasi. Bila menggunakan Kahoot versi smartpone, setelah mengunduh dari playstore pengguna diharuskan menginstal terlebih dahulu ke dalam smartphonenya lalu kemudian melakukan registrasi. Di awal proses registrasi, Kahoot akan menampilkan dua pertanyaan yaitu “how do you want to use kahoot?” yang berarti pengguna diminta memilih mengunakan Kahoot sebagai guru, siswa, untuk kepentingan pekerjaan lainnya, atau untuk kepentingan sosial dan pertanyaan “what best describes your current workplace?” bermakna pengguna disuruh untuk menjawab tempatnya bekerja, pilihannya ada empat, yakni sekolah, pendidikan tinggi, bisnis, atau lainnya. Selanjutnya, pengguna mengisikan nama, alamat email, dan password. Diakhir proses registrasi, pengguna akan ditawarkan menjadi member gratis atau berbayar. Fitur untuk member gratis relatif lengkap sehingga cukup memilih sebagai member gratis saja.

Platform ini, ditawarkan ke pengguna dengan lima fitur dasar. Walaupun bahasa yang digunakan adalah Bahasa Inggris dan belum dapat disetting menjadi Bahasa Indonesia, namun pengguna yang memiliki kemampuan penguasaan Bahasa Inggris rendah tak akan mengalami kesulitan menggunakannya dikarenakan tampilannya yang sangat user friendly dan lima fitur dasar ditulis menggunakan kata berbahasa Inggris yang sangat umum. Fitur home, search, enterpin, create, my games adalah kelima fitur dasar tersebut.

Fitur home/beranda berisi mengenai game yang pernah dibuat, dibawahnya terdapat informasi top picks/game sedang booming di platform kahoot worldwide, dibawahnya lagi terdapat discover untuk menjelajah mata pelajaran yang beragam seperti Matematika, Ilmu Alam, Ilmu Sejarah, Ilmu Bumi, dan lain sebagainya. Menu search/pencarian digunakan untuk mencari berbagai macam permainan kahoot di berbagai bidang, semisal Ilmu Alam, Matematika, Bahasa Inggris, Trivia, dan masih banyak lagi. Jika dimenu home hanya ada beberapa yang hanya ditampilkan, maka dimenu search ini, ditampilkan semua bidang atau kategori yang ada. Siswa dapat memilih dan memainkan gamenya melalui menu ini selain dari game yang diberikan guru.

Menu enter pin/masukkan pin dilengkapi dengan textbox/kotak teks, yaitu kolom untuk mengisi pin kahoot. Jika siswa ingin memainkan game, maka harus mengisi pin sesuai game yang akan dimainkan tersebut. Nah, untuk  memasukkan pin ada di menu enter pin ini. Menu create/buat digunakan oleh guru untuk membuat game sesuai dengan keinginan/mata pelajaran yang anda ampu. Guru dapat membuat game dengan kreasinya sendiri atau berdasarkan tutorial yang banyak terdapat di internet. Jika sudah selesai membuat game, akan terdapat informasi pin dari game tersebut, dan guru bisa membagikan tersebut kepada siswa.

Berbekal informasi dari lima fitur dasar Kahoot di atas, guru dapat mencoba-coba membuat ice break berbasis game dan membagikan pin kepada siswa untuk bermain ice break ini. Terakhir yang tak kalah penting adalah menanyakan kepada siswa tanggapan mereka dengan ice break platform kahoot ini. Diaz Atari, siswa kelas XI Multimedia SMK Negeri 1 Kelapa menceritakan pengalamannya memainkan game yang diberikan gurunya sebagai ice break dikala semua siswa kelihatan sudah tak bersemangat belajar. Bisa dimaklumi, karena mata pelajaran yang diampu guru tersebut pada hari itu, selama lima jam pelajaran. Ia menuturkan mengalami kendala hanya icon saja yang muncul tanpa pertanyaan, sehingga ia kebingungan menjawab dikali pertama ia memasukkan pin untuk memainkan ice break, setelah mencoba mengulangi dan memasukkan pin kedua kali ia bisa memainkan ice break tanpa kendala malah sambil tertawa dan suasana kelas yang tadinya sunyi seperti malam hari seketika menjadi lebih hidup dan lebih sejuk seolah ada semilir yang sedang bertiup.

Memang, sudah saatnya proses pembelajaran bertransformasi menjadi lebih menggairahkan terlebih pada kurikulum saat ini, yang mana terdapat peningkatan kuantitas jam pelajaran untuk tiap-tiap mata pelajaran. Enaknya, sekarang guru sangat dimanjakan dengan banyaknya platform berbasis teknologi yang bisa dimanfaatkan untuk selingan maupun sajian utama dalam proses belajar mengajar. Tinggal pintar-pintar guru untuk mengemasnya. Kahoot patut dicoba lho. Pakai yang versi gratis saja. Mudah-mudahan siswa makin semangat belajarnya ya…(***).

Related posts