Penimbunan Proyek Kilang SPBE Juru Seberang Belitung Diduga Tanpa izin

  • Whatsapp

Disinyalir Rambah Hutan Bakau dan HLP

Lokasi proyek penimbunan kawasan hutan bakau untuk pembangunan kilang SPBE di Desa Juru Seberang, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung yang diduga tak dilengkapi perizinan. (Foto: yan)

RAKYATPOS.COM, TANJUNGPANDAN  – Pembangunan kilang Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPBE) di Desa Juru  Seberang, Kecamatan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus menuai sorotan.

Pasalnya, selain membabat kawasan hutan bakau, lokasi pembangunan proyek diduga berada dalam kawasan Hutan Lindung Pantai (HLP) di Kabupaten Belitung.

Mirisnya, pengambilan tanah puru untuk timbunan di Dusun Teluk Dalam, Desa Juru Seberang oleh pihak kontraktor pun, diduga tidak mengantongi izin dari pihak yang berwenang.

Baca Lainnya

Dari pantauan rakyatpos.com, Jum’at, (08/05/2020) tampak iringan truk yang bermuatan tanah puru lalu lalang di jalan kawasan hutan lindung sepanjang sekitar 5 km menuju lokasi pembangunan kilang SPBE.

Menurut keterangan pekerja di lokasi proyek, dibutuhkan ribuan mobil tanah timbunan untuk menguruk lokasi yang sudah dipasang talud, agar tidak kebanjiran dimusim hujan.

“Lagi kerjakan timbunan agar tidak kebanjiran,” katanya kepada wartawan.

Tidak sembarangan orang untuk dapat memasuki areal pembangunan SPBE ini. Selain dipasangi portal, wartawan yang ingin memasuki area tidak diperkenankan masuk dan tertahan di pintu gerbang pos penjagaan yang dijaga oleh oknum tertentu.

Diduga ada orang kuat yang ikut bermain dalam proyek pembangunan ini, sehingga penimbunan tahap kedua sekarang bisa berjalan lancar.

Anehnya, Kepala Desa Juru Seberang, Darsono ketika dikonfirmasi mengaku tidak tahu persis terkait aktivitas penimbunan kawasan bakau di wilayah desanya.

Menurutnya, tidak ada pemberitahuan sama sekali kepada pihak aparatur desa terkait aktivitas penimbunan untuk pembangunan lokasi kilang SPBE tersebut.

Hanya sepengetahuannya, beberapa waktu lalu, seorang warga dari Kota Pangkalpinang Provinsi Bangka Belitung ada membeli lahan seluas 1,5 hektar kepada seorang warga desanya. Lahan itulah yang kemudian dijadikan pembangunan kilang SPBE.

“Pada waktu tanda tangan APH, ada fatwa  diluar kawasan hutan dari kehutanan,” kata Darsono, Jum’at, (08/05/2020)

Terkait rekomendasi desa untuk penimbunan kawasan bakau tersebut, Matek, sapaan akrab Darsono mengatakan pihaknya tidak ada menerbitkan.

“Pemdes Juru Seberang tidak ada menerbitkan rekomendasi untuk pengambilan tanah timbunan,” tegasnya.

Matek menyayangkan tidak adanya niat baik dari investor mengurus izin pengambilan tanah puru untuk penimbunan proyek itu. Karena itu, kades ini meminta Satpol PP Kabupaten Belitung mengambil langkah tegas untuk melakukan penindakan.

Hal sama juga disampaikan Ketua BPD Desa Juru Seberang, Joko. Sepengetahuannya, belum pernah ada sosialisasi kepada masyarakat terkait pembangunan kilang SPBE di desanya. Padahal, kata dia, di desa ini ada pemerintahan yang sah.

“Sangat disesalkan, tiba-tiba ada aktivitas,” tandas Joko.

Sementara itu, pemilik kilang SPBE di Desa Juru Seberang yang diketahui berinisial WL, sayangnya belum berhasil dihubungi untuk konfirmasi berita. Telpon seluler miliknya saat dihubungi wartawan media ini, hanya terdengar nada sambung tapi tidak kunjung diangkat. (yan/1)

Related posts