Pengusaha Manfaatkan Kelengahan Corona, Kirim Zirkon dari Belitung ke Kalimantan

  • Whatsapp

Truk Lewat Pos, Aparat Terkesan Tutup Mata

DK, Pengusaha Bangka Kembali Berulah

Pemuatan mineral ikutan jenis zirkon ke dalam tongkang di Pelabuhan Tanjung Batu, Belitung yang berlangsung siang ini. Zirkon diduga ilegal ini akan dikirim ke Kalimantan, memanfaatkan kelengahan kesibukan mengatasi penyebaran virus Corona di Provinsi Bangka Belitung. Aparat pun terkesan tutup mata. (Foto: yan)

RAKYATPOS.COM, BADAU – Kesibukan banyak orang dalam memikirkan dan menangani penyebaran Virus Corona di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ternyata dimanfaatkan oknum pengusaha untuk meraih kuntungan.

Salah satunya pengusaha mineral ikutan jenis zirkon. Sebab terbukti, kelengahan penegak hukum dimanfaatkan pengusaha untuk melakukan pengiriman Zirkon yang diduga ilegal dari Pelabuhan Tanjung Batu, Desa Pegantungan, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung ke Kalimantan.

Baca Lainnya

Padahal, pemerintah daerah sudah melarang pengiriman mineral ikutan dari timah tersebut sejak lama. Namun ironisnya di Pulau Belitung pengiriman zirkon ini sudah sering  kali dilakukan, tapi seolah tak terpantau aparat sehingga praktek ini selalu lolos dari sergapan petugas.

Mirisnya, kendaraan yang mengangkut Zirkon itu ke pelabuhan melewati pos polisi Badau. Dan dari pantauan rakyatpos.com, Senin, (21/04/2020) mobil pengangkut bermuatan zirkon yang dikemas dalam karung dari lokasi penampungan di Sungai Samak Kecamatan Badau menuju Pelabuhan Tanjung Batu di Desa Pegantungan, berlalu lalang tanpa dipersoalkan.

Dari investigasi wartawan, ribuan ton Zirkon yang rencananya hendak dikirim petang ini menuju Kalimantan diduga milik oknum pengusaha asal Pulau Bangka berinisial DK.

Selain diambil dari gudang penampungan di Desa Sungai Samak, Zirkon ini juga diambil dari hasil ampas meja goyang biji timah yang bertebaran di wilayah Pulau Belitung.

Seorang pekerja di gudang penampungan di Sungai Samak yang minta namanya tidak ditulis menyebutkan, sebagian Zirkon berasal dari meja goyang milik seorang pengusaha di Air Raya berinisial IS, untuk selanjutnya dijual kepada Bandi.

Nama terakhir ini diketahui sebagai perpanjangan tangan dari bos besar DK yang berdomisili di Pulau Bangka.

“Zirkon yang berasal dari tempat IS langsung masuk tongkang,” kata dia, Selasa, (21/04/2020)

Ketika dilakukan konfirmasi, Senin (20/04/2020) Bandi minta wartawan agar menghubungi orang yang bernama Yadi Taybong. Namun tidak dijelaskan siapa orang yang dimaksud.

Meski begitu Yadi Taybong tetap ditelpon awak media ini akan tetapi tidak dapat dikonfirmasi. Telpon miliknya hanya terdengar nada sambung namun tidak diangkat. Pesan pendek yang dikirim pun tidak mendapat balasan.

Hal yang sama juga terjadi pada Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpandan, Aftrion. Pejabat ini ikut bungkam, telpon selulernya tidak diangkat ketika dihubungi untuk dikonfirmasi.

Diketahui, pengiriman Zirkon dari Belitung ini adalah yang kelima kalinya sejak 2019 lalu. Belum diketahui pasti perusahaan yang mengirim. CV Mualim yang disebut-sebut sebagai pihak yang mengirim Zirkon, belum berhasil untuk dikonfirmsi. (yan/1)

Related posts