Pencarian Dul Congek Dihentikan

  • Whatsapp
Bupati Bangka, Mulkan saat mengunjungi keluarga Dul Congek, kemarin. Dul adalah nelayan yang hilang di perairan Rebo Sungailiat, sejak 23 Februari 2020 lalu. (Foto: Riski Yuliandri)

SUNGAILIAT – Bupati Bangka, Mulkan, Senin (2/3/2020) mengunjungi kediaman keluarga Dul Congek–nelayan Kelurahan Parit Padang, Kecamatan Sungailiat yang hilang di perairan Rebo Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung sejak 23 Februari 2020 lalu.

Kunjungan orang nomor satu di Kabupaten Bangka tersebut untuk memberikan support bagi keluarga korban yang masih menunggu kepastian keberadaan Dul Congek.

“Kami sudah mencari korban hingga tujuh hari sejak kejadian, tapi belum menemukan titik terang. Tapi kemarin ada ditemukan jenazah di daerah Bangka Tengah dan itu diduga korban,” ungkap Mulkan kepada keluarga korban.

Ia berharap agar korban yakni Abdullah alias Dul Congek (33) dapat segera ditemukan agar pihak keluarga dapat lebih tenang.

Baca Lainnya

“Kita semua berharap korban segera ditemukan agar keluarga bisa tenang. Untuk keluarga juga harus tetap ikhlas dan berdoa yang terbaik untuk korban,” harap Mulkan.

Bupati menghimbau kepada masyarakat khususnya nelayan untuk lebih berhati-hati saat berada di laut melihat cuaca yang saat ini sedang tidak bersahabat.

“Saat ini cuaca cukup ekstrim bahkan tinggi gelombang bisa mencapai tiga meter jadi membahayakan nelayan dan warga jika melaut,” ungkapnya.

“Kita memang selalu dituntut untuk mencari nafkah, tetapi jika keadaan seperti ini, kita dapat beralih kepekerjaan lain seperti pekerja bangunan atau bekerja dengan bos-bos pengepul ikan,” tambahnya.

Sementara itu Kepala BPBD Kabupaten Bangka, Ansori Muslim menyampaikan terkait penemuan jenazah di Bangka Tengah saat ini telah dilakukan pencocokan DNA oleh tim Inafis dengan keluarga korban.

“Sekarang tim dari inafis telah melakukan otopsi dan hari minggu kemarin telah dilakukan pengambilan sampel DNA dari keluarga korban. Saat ini sampel telah dikirim ke jakarta dan menunggu hasil,” ungkap Ansori.

Pihaknya sendiri sudah menarik anggotanya dan menghentikan pencarian korban karena telah lebih dari tujuh hari.

“Sesuai SOP pencarian hanya dilakukan selama tujuh hari dan akan dihentikan bila melebihi waktu itu tapi jika ada perkembangan lagi, maka pencarian dapat dilakukan perpanjangan,” terang Ansori.

Ia membenarkan kondisi perairan di Kabupaten Bangka saat ini memang cenderung extrim. Tinggi gelombang dapat mencapai satu hingga tiga meter bahkan di tengah dapat mencapai empat meter.

“Kamipun menggunakan peralatan yang telah diperbaharui juga merasa kesulitan saat menghadapi gelombang, apalagi para nelayan yang biasanya menggunakan peralatan dan pengamanan seadanya,” ungkap Ansori.

Dirinya menghimbau agar para nelayan dapat lebih berhati-hati saat berlayar. Tetap mengutamakan keselamatan dalam bekerja dan terus pantau perkembangan cuaca. Karena yang namanya musibah tidak seorangpun yang menginginkannya. (mla/6)

Related posts