Pemprov Babel Terapkan Dua Skenario Pantau Orang Masuk Babel

  • Whatsapp
Gubernur saat rapat dengan Tim Aplikasi Covid-19 Pemprov Babel.(foto: iyas zi).

RAKYAT POS.COM, PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Bbael) akan menerapkan dua skenario untuk memantau mobilitas dan pergerakan orang sedini mungkin khususnya kepada orang yang baru masuk ke Babel dari daerah yang telah positif terinfeksi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) melalui Bandara Depati Amir.

Hal tersebut diungkapkan Koordinator Tim Aplikasi Covid-19 Pemprov Babel, Adhari di Ruang Rapat Gubenur Babel, usai melakukan rapat evaluasi awal dengan Gubernur Erzaldi Rosman, Kamis (9/4/2020).

Read More

Skenario awal pemantauan terhadap orang yang baru masuk ke Babel adalah para penumpang tersebut diwajibkan untuk menggunakan gelang khusus yang akan diberikan oleh tim petugas untuk melakukan proses karantina mandiri selama 14 hari dan setelah melewati masa karantina diwajibkan untuk melapor kepada tim satgas Covid-19 di masing-masing wilayah.

“Jadi, para penumpang pesawat sebelum keluar dari bandara akan diberikan gelang khusus sebagai penanda dan meminta agar orang dalam pengawasan ini selama 14 hari melakukan karantina mandiri di rumah. Tujuannya untuk memudahkan dilakukan pemantauan, karena tim petugas kami akan melakukan pendataan kepada setiap penumpang yang baru masuk, dan datanya akan disampaikan kepada tim satgas Covid-19 di masing-masing wilayah untuk di pantau,” ungkap Ketua Tim Adhari.

Selain pemakaian gelang khusus, skenario kedua dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 sedini mungkin, diungkapkan Adhari selaku koodinator tim aplikasi Covid-19 adalah melalui penerapan jaringan sistem informasi Covid-19.

“Saat ini, Pemprov telah membentuk tim aplikasi Covid-19 dan menerapkan sistem informasi berbasis IT yakni penerapan aplikasi https:fightcovid19.rumahawan.id/ untuk memantau mobiltas dari para orang dalam pemantauan (ODP) dan orang tanpa gangguan (OTG) yang dikhususkan untuk orang-orang yang baru datang ke Babel melalui bandara,” tegasnya.

Sistem aplikasi ini, selain untuk memastikan proses karantina selama 14 hari oleh ODP dan OTG, juga dimaksudkan apabila dalam rentang waktu tersebut para ODP dan OTG ini jatuh sakit, akan memudahkan Pemprov untuk melakukan tracking.

“Dengan aplikasi ini, tujuannya untuk memastikan bahwa ODP dan OTG ini melakukan proses karantina mandiri di rumah selama 14 hari. Jadi, ini sebagai data awal. Selain itu, apabila ternyata dalam perjalanannya para ODP dan OTG ini jatuh sakit maka kami (Pemprov-red) telah memiliki rekam jejak data dari orang-orang yang harus dilakukan pengecekan kesehatan untuk dipastikan telah terinfeksi atau tidak,” ujarnya.

Apabila ditemukan ODP dan OTG tidak melakukan karantina mandiri sesuai dengan prosedur yang ditentukan, maka tim aplikasi Covid-19 akan menghubungi pihak bersangkutan maupun pihak tim satgas Covid-19 untuk melakukan pemantauan di lapangan.

“Nanti, kami bisa melihat mobilitas dari para ODP dan OTG selama masa karantina, apakah melakukan karantina apa tidak. Jika ditemukan tidak melakukan karantina mandiri, langkah pertama kami akan menghubungi yang bersangkutan, dan kedua akan meminta tim satgas Covid-19 masing-masing wilayah melakukan pengecekan kepada yang bersangkutan,” tambah dia.(Stevani/Adv/3).

JustForex

Related posts