Pemkot Pangkalpinang Wacanakan Kartu E-Retribusi

  • Whatsapp
ilustrasi
foto ilustrasi

PANGKALPINANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang berencana menggunakan layanan pembayaran retribusi secara elektronik melalui kartu e-retribusi dengan menggandeng Bank Sumsel Babel.

Asisten Ekonomi Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Pangkalpinang, Suryo Kusbandoro mengatakan, wacana ini sedang dalam tahapan penyusunan teknis dan penjajakan penggunaan kartu tersebut. Meningnat, tuntutan perkembangan zaman membuat pembayaran semakin hari dirancang untuk mempermudah masyarakat melalui transaksi non tunai.

Read More

“Kehadiran e-retribusi ini sebagai komitmen bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme karena pembayaran non tunai langsung akan masuk ke sistem kas daerah. Harapannya tidak ada dusta diantara kita. Jadi bebas dari KKN sebagai bagian dari tiga tuntutan reformasi,” ujar Suryo saat sosialisasi e-retribusi di Bank Sumsel Babel, Selasa (28/1/2020).

Menurutnya, penerapan e-retribusi diupayakan segera mungkin. Beberapa OPD yang berwenang dalam hal penerimaan retribusi seperti Dinas Lingkungan Hidup, Badan Keuangan Daerah, UPT Pasar dan Dinas Perhubungan akan menggunakan pembayaran retribusi secara elektronik ini.

Dia mencontohkan, retribusi sewa lapak pedagang pasar maupun retribusi sampah, kelak transaksi pembayarannya melalui alat digital. Masyarakat membayar melalui kartu BSB yang diberikan.

Namun untuk mendapatkan kartu tersebut, apakah biayanya dibebankan ke masyarakat atau diperoleh gratis, ini yang sedang didiskusikan Pemerintah Kota Pangkalpinang bersama Bank Sumsel Babel.

“Masih berdiskusi agar biaya kartu tidak membebankan masyarakat. Kita harus, suka tidak suka, kita akan beralih ke teknologi digital. Kalau tidak kita akan tergerus zaman,” ujarnya.

Diakui Suryo, pemberlakukan e-retribusi juga diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak dan retibusi.

“Harapan kita PAD kita dapat meningkat,” tukasnya. (bum/1)

Related posts