Pemilik Toko Mebel Resah Jadi Korban Hoaks Corona

  • Whatsapp
Foto ilustrasi (ant)

SUNGAILIAT – pasangan suami istri warga Sungailiat, Kabupaten Bangka yang belum lama pindah dari Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, diisukan pernah kontak dan berhubungan kerabat dengan DL, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal positif terinfeksi Covid-19 di Rumah Sakit Siloam.

Mendapat serangan isu itu, Lia Natalia dan suaminya Adi Wijaya yang menjadi objek informasi hoaks dalam postingan media sosial (medsos), merasa tidak nyaman. Apalagi beredar informasi yang mengatakan keluarga PDP positif Covid-19 asal Toboali itu menginap di kediaman mereka.

Lia memastikan bahwa info tersebut tidak benar dan tidak ada siapapun yang menginap di tempatnya. Meskipun Lia mengenal keluarga besar pasien Covid-19 yang meninggal beberapa waktu lalu, karena mereka bertetangga di Toboali.

“Jadi saya mau meluruskan bahwa info itu tidak benar, kami tidak ada hubungan saudara. Memang keluarga kami ada yang tinggal di Toboali, tapi tidak ada hubungannya, kepercayaan kami saja berbeda dengan mereka,” ungkap Lia, di hadapan wartawan, Rabu (1/4/2020).

Baca Lainnya

Ia juga mengaku merasa terganggu dengan informasi beredar melalui screenshot pesan singkat WhatsApp yang mengabarkan bahwa anak pasien meninggal Covid-19 asal Toboali itu, beredar di Sungailiat dan sempat mencari kontrakan di Sri Menanti.

“Saya merasa tidak nyaman, jangan sampai meresahkan warga Sungailiat. Kalau kita ini masih keluarga korban, pasti petugas dari Bangka Selatan dulu yang infoin kita untuk isolasi, tapi inikan tidak,” terangnya.

Pemilik toko Mabel di Air Hanyut ini malah mendapatkan info dari keluarganya yang ada di Toboali, bahwa keluarga pasien itu sama sekali tidak keluar rumah dan masih beraktivitas seperti biasa di rumahnya.

“Setau saya info anaknya kabur ke Pangkalpinang itu juga tidak ada, karena keluarga saya masih satu komplek dengannya dan mengatakan masih berada di rumah dan masih main gitar dan nyanyi,” ungkapnya.

Lia menyebutkan, keluarganya sempat ditanyai oleh tetangga sekitar di Sungailiat dan dicurigai akibat dari info yang tidak bertanggungjawab tersebut. Karena itu Lia sempat mendatangi Polsek Sungailiat, namun diarahkan ke Posko Bersama Penanganan Wabah Covid-19 Kabupaten Bangka oleh petugas kepolisian

“Saya memang berasal dari Toboali dan tinggal di Sungailiat baru beberapa bulan, sama korban (DL) dan keluarganya memang tau, tapi hanya sekedar kenal,” ungkapnya yang ditemani suaminya, Adi Wijaya saat ditemui di Posko Bersama.

Lia meminta agar pengguna media sosial untuk tidak membuat informasi yang meresahkan, terlebih lagi situasi saat ini memang masyarakat tengah panik mendengar ada warga Bangka yang positif tertular virus Corona.

Dalam kesempatan sama, Juru Bicara Penanganan Wabah Covid-19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra mengatakan, timnya sudah melakukan pengecekan terhadap informasi tersebut dan mendapati bahwa kabar itu hoaks.

“Pagi tadi sudah kita cek bersama dengan tim puskesmas dan infonya tidak benar alias hoaks. Kami akan cari siapa yang membuat info itu,” ungkapnya.

Boy menegaskan, bukan hanya info itu saja, bahkan ada kabar lainnya beredar di wilayah Kabupaten Bangka akibat dari adanya kasus positif Covid-19 dari Bangka Selatan tersebut dan meresahkan warga.

“Jadi bukan hanya info ini saja yang beredar, ada tiga info menyangkut korban ini tapi Alhamdulillah setelah kita cek teryata infonya tidak benar,” tambah Boy. (mla/1)

Related posts