Pemilik Solar Ilegal Tangkapan Mabes Polri di Babel tak Ditahan

  • Whatsapp
Barang bukti solar ilegal 1,4 ton yang diamankan di Makopolairud Polda Bangka Belitung. (Foto: Bambang Irawan)

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Penyidik Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) hingga kini masih terus melakukan penyidikan (sidik) terhadap perkara dugaan penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sebanyak tujuh drum atau 1400 liter.

Demikian diutarakan oleh Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Babel, Kompol Ade Zamrah ditemui rakyatpos.com, Kamis siang (14/5/2020).

“Untuk pemilik BBM jenis solar sebanyak 1,4 ton ini sudah kita periksa, saksi-saksi juga masih diperiksa. Kasus ini masih dalam proses sidik,” ungkap Ade Zamrah.

Menurutnya, penyidik sekarang ini masih menunggu konfirmasi saksi ahli dari BPH Migas Jakarta.

Baca Lainnya

Sebelumnya, solar ilegal itu ditangkap Tim Patroli KP. Anis Madu-3009 Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri di sekitar Pesisir Pantai Bubus Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Rabu (22/4/2020) lalu sekitar pukul 17.00 WIB.

Selain solar, satu unit mobil dan Siswanto sang pemilik barang ini juga berhasil disergap polisi.

“Penangkapan ini bermula ketika tim dari Mabes Polri melakukan patroli di Pantai Bubus Belinyu, kemudian melihat mobil bak terbuka membawa drum yang dicurigai berisi BBM ilegal,” ungkap Ade Zamrah, saat dihubungi Senin (27/4/2020).

Ia menyebut bahwa Siswanto merupakan pengepul solar yang mengumpulkan BBM dari para pengerit (pembeli berulang-ulang) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

“Siswanto ini pengepul, sekaligus pembeli. Dia membeli solar ini dari masyarakat yang ngerit di SPBU dari hasil keterangannya. Kemudian, solar ini diduga akan dijual ke ponton-ponton (penambang timah-red) yang ada di Belinyu,” terangnya.

Adapun barang bukti (BB) yang diamankan berupa tujuh drum solar, satu unit mobil pick up mitsubishi, satu lembar STNK dan satu unit HP.

Namun sayangnya, polisi tak melakukan penahanan terhadap Siswanto yang diduga telah melanggar Pasal 53 huruf b dan atau d Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Mineral dan Gas (Migas).

“Jadi, untuk BB masih diamankan di Ditpolairud Polda Babel. Sedangkan tersangka sudah diperiksa, tetapi tidak bisa ditahan karena undang-undangnya ancaman hukumannya dibawah lima tahun,” tegas Ade Zamrah.

Lebih lanjut dia menambahkan, proses penyidikan terhadap Siswanto tetap berlanjut, meskipun tak ditahan. (bis/1)

Related posts