PDP Meninggal di Siloam Positif Corona

  • Whatsapp
TANPA APD – Petugas pemakaman PDP asal Toboali, Bangka Selatan yang positif terinfeksi Covid-19, tampak tanpa mengenakan APD saat menguburkan pasien. Mereka hanya menggunakan baju sebagai masker seadaanya. Foto ini viral di medsos, setelah pasien yang meninggal di Rumah Sakit Siloam itu terkonfirmasi positif Corona, kemarin. (Foto: Ist)

TOBOALI – Dua hari berturut-turut masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung geger dengan informasi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ternyata positif terinfeksi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Bagaimana tidak, setelah Senin (30/3/2020), satu pasien di RSUD Marsidi Judono Kabupaten Belitung dinyatakan terverifikasi Covid-19, kemarin Selasa (31/3/2020) giliran PDP dari Toboali, Kabupaten Bangka Selatan yang meninggal dunia di Rumah Sakit Siloam, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah beberapa hari lalu, diumumkan juga positif terpapar Corona.

“Hari ini (kemarin-red) kami harus mengumumkan bahwa setelah mendapatkan hasil dari pusat terhadap pasien atau almarhum pendataan pada tanggal 27 kemarin. Baru keluar hasil hari ini, jam 17.00 Wib tadi bahwa almarhum positif Corona,” ungkap Bupati Bangka Selatan, Justiar Noer didampingi Kapolres AKBP Ferdinan Suwarji, Pj Sekda Achmad Ansyori dan Kepala Dinas Kesehatan, Supriyadi saat menggelar konfrensi pers Senin malam (31/3/2020) di Guest House kediaman dinas bupati.

Adapun riwayat pasien, sebelum meninggal diakui sempat dirawat satu malam di Rumah Sakit Siloam. Dengan rincian, pada tanggal 2 Maret 2020 pasien ini melakukan penerbangan dari Bandara Depati Amir Bangka ke Jakarta untuk menghadiri reuni Al Kitab di Kemayoran.

Baca Lainnya

“Bersama keluarga ia pergi ke Tanggerang. Dan acara reuninya tanggal 10 sampai 13 Maret. Kemudian kembali lagi ke kediaman di Tanggerang dan pulang lagi ke Pulau Bangka, ke Toboali pada tanggal 18 Maret,” jelas bupati.

Kemudian pada 20 Maret 2020, pasien mengalami sakit. Lalu dirawat di Pusyandik Bakti Timah Toboali sampai tanggal 23 Maret 2020. Hasil pemeriksaan medis kala itu, pasien mengalami Veritgo dan Hipertensi. Karena dianggap tidak ada mengarah ke Corona, setelah agak baikan dipulangkan ke kediamannya.

Related posts