Pariwisata Ekologi di Masa New Normal

  • Whatsapp
Penulis : Darman Suriah, S.Hut
Penyuluh Kehutanan Ahli Madya Dinas Kehutanan Prov. Kep. Babel

Saat ini, semua manusia di dunia merasa terancam setiap aktivitas dan kehidupannya. Semua aktivitas kehidupannya harus melalui protokol kesehatan yang sangat ketat dengan menerapkan yang namanya 3M yaitu selalu mencuci tangan pakai sabun atau diterjen dengan air yang mengalir, memakai masker sesuai standar, dengan baik dan benar serta menjaga jarak minimal 1 – 2 meter setiap melakukan aktivitas.

Dengan timbulnya virus Covid-19 ini, banyak pendapat berkembang yang dikembangkan oleh para ahli, salah satunya dari pendapat tersebut adalah beberapa ahli lingkungan, dimana virus Covid-19 ini, timbul karena habitat hidup virus ini terganggu akibat adanya hutan dan alam atau lingkungan di invasi oleh yang namanya manusia, seperti penebangan pohon, pencemaran air, pencemaran udara, pencemaran tanah, banyaknya aktivitas budidaya tanaman yang menggunakan zat kimia, bahkan mereka memburu binatang, memakan dan menjualnya ke pasar untuk dimakan. Akibat dari keserakahan manusia tersebut, virus kehilangan inang atau habitat tempat hidup, dan inang yang terdekat adalah melekat pada tubuh manusia.

Read More

Sejak Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia WHO pada awal Maret 2020, hingga kini belum ditemukan vaksin Covid-19. Penyebaran pandemi ­­­­­­­­­­­­Covid-19 yang begitu besar telah menyebabkan kekhawatiran di berbagai sektor kehidupan manusia terutama sektor industri. Salah satu sektor terdampak sangat besar akibat pandemi Covid-19 adalah pariwisata, dan berimbas  kepada sektor lainnya seperti transportasi, perhotelan, pertunjukan, tour guide, pelaku seni dan budaya, pelaku UMKM dari industri souvernir dan kuliner serta.

Hal yang tak kalah penting terpukulnya industri penerbangan, agen perjalanan dan restoran atau rumah makan serta industri perdagangan secara umum. Padahal menurut Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc Menteri Pariwisata RI, pariwisata merupakan penyumbang Produk Domestik Bruto yang paling besar, Devisa negara yang besar dan Lapangan Kerja yang paling mudah serta murah dalam meningkatkan pendapatan maupun kesejahteraan ekonomi masyarakat. Untuk itu, dibutuhkan strategi  yang tepat untuk bisa memulihkan dan menggerakan roda perekonomian  pariwisata di daerah-daerah Indonesia, termasuk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang secara potensi ada beberapa lokasi wisata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat dimanfaatkan untuk menggerakan  roda perekonomian pariwisata, terutama wisata alam.

Related posts