Pariwisata di Tengah COVID-19

  • Whatsapp

Fadjar Hutomo selaku Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata, Ekonomi Kreatif menjelaskan saat ini pemerintah tengah berupaya untuk menekan dampak ekonomi di tengah situasi tidak “normal” yang dialami oleh hampir semua negara di dunia termasuk Indonesia. Ada dua dampak ekonomi yang terjadi saat ini, yakni supply side shock dan demand side shock. Supply shock membuat industri menderita, sedangkan demand shock membuat banyak orang takut atau malas berpergian (stay at home). Ini yang harus kita cegah supaya dampak ekonominya tidak terlalu berlebihan. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah sedang membuat suatu kebijakan untuk mengantisipasi kedua dampak ekonomi tersebut. Menurutnya, saat ini Kementerian Keuangan sedang menggodok kebijakan yang memberikan “relaksasi” kepada industri untuk menangani cash flow (laporan arus kas). Harus ada koordinatif dengan pelaku industri termasuk PHRI dan stakeholder lainnya. Selalu bersikap secara rasional menghadapi wabah virus COVID-19 terhadap perekonomian Indonesia. Jangan membuat keputusan terlalu ekstrem dengan menutup semua kegiatan di area publik karena hal tersebut dapat mempengaruhi perekonomian negara. Pelaku usaha dan masyarakat tetap beraktivitas normal agar tidak terjadi kepanikan yang berlebihan dan tidak bepergian terlalu lama. Namun disarankan juga untuk melaksanakan kegiatan dari rumah.

Laporan WHO juga menyatakan virus corona ini angka kematiannya hanya 2 sampai 3 persen, jadi ini kecil sekali. Artinya, 97 persen pasien yang terkena virus ini dapat sembuh, makanya kita tidak perlu panik yang berlebihan. Masyarakat menaruh kepercayaan penuh kepada pemerintah dalam penanganan COVID-19. Pasalnya, hal ini sangat mempengaruhi perekonomian Indonesia agar tetap tumbuh secara positif di semua sektor, khususnya pariwisata karena sektor pariwisata menjadi ujung tombak dalam penyerapan ekonomi di level mikro untuk masyarakat yang mempunyai potensi pariwisata yang sangat besar seperti Bali, Bangka Belitung, Jawa, dan provinsi lainnya yang ada di Indonesia. Dilansir dari  media, Menteri Pariwisata, Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Wishnutama mengatakan, saat ini prioritas Kemenparekraf/Baparekraf adalah melindungi kesehatan dan keselamatan seluruh lapisan masyarakat. Selain itu yang tak kalah penting adalah menjaga ketahanan ekonomi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif nasional, supaya tidak terjadi pemutusan hubungan kerja dengan karyawan. Kemenparekraf/Baparekraf terus berkoordinasi secara intensif dengan kementerian atau lembaga lain untuk mengeluarkan kebijakan yang dapat meminimalisasi dampak Covid-19 terhadap Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang ada di Indonesia, sehingga mampu menopang para pelaku industri pariwisata, ekonomi kreatif dan UMKM untuk bersama-sama bangkit kembali dan melaksanakan aktivitas pariwisata seperti biasanya.

Related posts