Ormas Islam Sepakat Stop Salat di Masjid

  • Whatsapp

PANGKALPINANG – Setelah ditemukannya kasus positif Corona di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), organisasi Islam se-Babel bersama Pemeritah Provinsi (Pemprov) dan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) menyepakati untuk sementara waktu pelaksanaan Salat Jumat berjemaah di masjid ditiadakan, dan diganti dengan Salat Zuhur.

Selain Salat Jumat, salat fardhu lima waktu yang biasanya dikerjakan berjamaah di masjid oleh umat muslim, disepakati tidak dilakukan, dan diganti salat di rumah. Kesepakatan ini, dituangkan dalam penandatanganan bersama yang dilakukan di Ruang Pasir Padi Kantor Gubernur Babel, Rabu (1/4/2020).

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Babel, Naziarto mengharapkan, agar kesepakatan tersebut ditaati oleh semua masyarakat muslim di Babel.

Baca Lainnya

“Dengan adanya kesepakatan ini, mudah-mudahan keresahan di masyarakat tidak terjadi lagi, dan sudah ada komitmen bagi masyarakat, dimana umat Islam tidak melaksanakan Salat Jumat secara berjemaah di masjid, dan tidak salat lima waktu di masjid secara berjamaah, bisa ditaati oleh semua masyarakat kita di desa-desa hingga sampai pelosok di Babel,” kata Sekda, usai rapat koordinasi kesepakatan itu.

Dijelaskan Naziarto, kesepakatan ini dilakukan karena status Provinsi Babel telah berubah dari zona hijau menjadi zona merah, dengan 2 kasus terkonfirmasi positif Corona dari Kementerian Kesehatan RI.

“Status Babel, dengan adanya dua orang yang sudah positif, satunya meninggal. Tahunya positif pada saat sudah meninggal, ini harus kita waspadai bersama,” ulasnya.

Tidak hanya itu, kesepakatan baru ini berawal dari keresahan masyarakat mengenai boleh tidaknya ibadah Salat Jumat dan salat fardu berjemaah di masjid yang masih simpang siur. Sebab, sebelumnya ada kesepakatan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Ormas Islam Se-Babel, tertanggal 30 Maret 2020 masih diperbolehkannya umat Islam untuk salat berjamaah di masjid.

“Alhamdulilah, dua ketentuan tersebut dicabut, bahwa Salat Jumat di masjid ditiadakan, dan diganti di rumah masing-masing. Begitu juga dengan salat fardu berjemaah,” tegas Naziarto.

Turut hadir dalam rapat yang membuahkan kesepakatan itu, Kepala Kesbangpol Babel, Kepala Dinas Kesehatan Babel, Kepala BPBD Babel dan tokoh-tokoh agama Islam Babel.

Adapun point-point kesepakatan diantaranya, pelaksanaan Salat Jumat di wilayah Babel merujuk kepada Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020. Isi fatwa itu Salat Jumat untuk sementara waktu tidak dilaksanakan secara berjemaah di masjid, tetapi diganti dengan Zuhur di rumah masing-masing sampai kondisi normal yang diumumkan oleh Pemprov Babel.

Berikutnya, untuk salat lima waktu juga tidak dilakukan di masjid secara berjemaah, tetapi panggilan azan tetap dikumandangkan sebagai tanda tibanya waktu salat.

Diimbau agar umat Islam tidak ragu-ragu mengikuti imbauan dan ketetapan dari pemeritah, karena segala sesuatunya sudah melalui kajian yang melibatkan ulama dan umaro.

Dengan ditandatanganinya kesepakatan baru ini, maka kesepakatan sebelumnya antara MUI dan Ormas Islam tertanggal 30 Maret 2020 Nomor 3 point a dan b, dinyatakan dicabut dan tidak berlaku lagi.

Pihak yang turut serta dalam kesepakatan itu, terdiri dari Pemprov Babel, Kanwil Kemenag Babel, MUI Babel, PW NU Babel, PW Muhamadiyah Babel, PW Muslimat NU, PW Mualimat Muhammadiyah, Baznas Babel, DPW LDII Babel, dan DPW SI Babel. (nov/1)

Related posts