Kiri Sayap
kanan Sayap Kategori
Dibawah Menu

“NILAI EMAS” untuk Siswa di Masa COVID-19

Popularitas Ujian Nasional (UN) mulai meredup setelah nilai UN tidak lagi menjadi penentu untuk kelulusan seorang siswa. Penghapusan UN dari persyaratan kelulusan tertuang dalam Permendikbud No. 05 Tahun 2015 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik, Penyelengaraan Ujian Nasional, dan Penyelengaraan Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan pada SMP/MTs atau yang sederajat dan SMA/MA/SMK atau yang sederajat.

Jika UN Tidak lagi menjadi faktor penentu kelulusan, jadi faktor apakah yang menjadi penentu kelulusan seorang siswa? Disinilah terkadang menjadi dilema bagi seorang guru. Terkadang dengan  UN tidak dijadikan sebagai faktor utama kelulusan, kita tidak jarang melihat sikap dan gaya belajar siswa yang terkesan ogah-ogahan dan terlalu santai dalam belajar.

Pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah menyiapkan pengganti Ujian Nasional 2021 yakni Asesmen Nasional. Asesmen Nasional dirancang tidak hanya dirancang sebagai pengganti ujian Nasional dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional, tetapi juga sebagai penanda perubahan paradigma tentang evaluasi pendidikan. Melalui Asesmen Nasional maka akan terlaksana evaulasi dan pemetaan sistem pendidikan berupa input, proses dan hasil.

Asesmen Nasional (AKM) diharapkan nantinya akan mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar sosial-emosional berupa pilar karakter untuk mencetak profil peajar Pancasila. Yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Edsa serta berahlak mulia, berkebhinkaan global, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis dan kreatif.

Meskipun UN sudah akan tergantikan oleh AKM, namun setiap siswa harus tetap berjuang dan mempertahankan prestasi akademik dalam kegiatan proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru sebaiknya benar-benarkan menekankan kepada siswa, walaupun UN Tidak lagi menjadi perioritas utama untuk kelulusan mereka, tetapi mereka juga harus benar-benar belajar dengan tekun. Karena yang menjadi salah satu faktor penentuan kelulusannya adalah Nilai Sekolah atau Madrasah (Nilai S/M) yang diperoleh dari rata-rata nilai rapot semester III sampai semester V (50-70 %) dan Nilai Ujian Sekolah (30-50%).

Disini terlihat betapa pentingnya nilai rapot seorang siswa untuk menentukan kelulusannya. Oleh karena itu, setiap siswa harus berupaya mendapatkan nilai harian yang bagus. Setiap siswa dapat memperoleh nilai yang bagus tentunya harus didukung oleh sikap dan gaya belajar siswa dalam kesehariannya.

Setiap siswa hendaknya memiliki pola berpikir yang kreatif. Karena berpikir kreatif tidaklah muncul secara tiba-tiba, tetapi perlu pembiasaan dan berproses. Kita dapat berpikir kreatif jika kita mampu berpikir diluar kotak. Yang artinya, biarkan pikiran kita mengembara diluar batasan-batasan yang membelengu pikiran kita.

Proses untuk mendapatkan hasil yang baik tentunya memerlukan perjuangan dari setiap siswa dari cara belajarnya setiap hari. Selain itu, dukungan dari orang tua dan guru juga dibutuhkan siswa agar mereka tetap terbimbing dan menjadi lebih semangat dalam belajar.

Terlebih di masa pandemi covid-19 saat ini, yang hampir selama satu tahun dijalani dengan pola pembelajaran daring atau secara online, maka keaktifan dan keinginan serta semangat mandirilah yang harus dimiliki oleh setiap siswa. Tanpa adanya semangat mandiri, maka siswa tentu akan mengalami banyak ketertinggalan materi pelajaran. Peran orang tua dalam memotivasi, mengawasi dan mendampingi anak selama proses pembelajaran sangatlah dibutuhkan dan berperan penting sehingga apa yang diinginkan dan diimpikan untuk ketuntasan dan ketercapaian maksimal dalam pembelajaran seorang siswa dapat tercapai.

Menjelang menghadapi ujian semester pertama di tahun ajaran 2020/2021 yang dijalani secara onine, marilah kita sebagai guru dan orang tua memberikan dukungan dan bimbingan yang terbaik kepada anak-anak kita agar nanti guru dapat “mengisi rapot-nya dengan nilai emas” yang tentunya nilai emas inilah yang menjadi titik tolak dan membantu siswa untuk maju kesemester berikutnya dan menuju kelulusannya nanti.

Nilai emas yang didapat oleh siswa tentu sangat diharapkan orang tua dan juga guru, karena dari nilai emas yang mereka dapatkan terlihatlah betapa mereka telah berhasil dalam proses pembelajarannya selama satu semester di sekolahnya meskipun secara daring ataupun online.

Melalui nilai emas yang mereka dapatkan juga menunjukkan tingkat kemampuan siswa dalam melalui proses pendewasaan dalam berpikir dan persaingan sehat yang sudah dia lalui bersama teman-temanya di sekolah. Biarlah nilai emas yang diperoleh siswa dan anak kita di sekolah menjadi pemicu dan semangat bagi setiap guru dan orang tua untuk terus bersama berjuang mendidik anak-anak bangsa menjadi Generasi Penerus Bangsa yang bermutu.

Nilai emas yang diperoleh siswa tentunya akan memperlihatkan betapa besar peran orang tua selama mendampingi anak belajar onine dimasa pandemi covid-19 ini. Nilai ini secara tidak langsung akan membuat orangtua bangga dan merasa percaya diri akan kemampuan secara emosional dalam mendampingi dan menemani anak dalam kegiatan pembelajaran.

Semoga dengan berlalunya tahun 2020 dengan segala kondisi dan keterbatasan yang ada dunia pendidikan tetap menjadi semakin maju dan memberikan perubahan yang baik demi kemajuan bangsa dan guru tetap menjadi garda terdepan yang kuat dan tangguh dalam mecerdaskan anak bangsa demi Keutuhan dan Kemajuana Bangsa Indonesia.(***).

 

Diatas Footer
Light Dark