Mindset Belajar Siswa Era COVID-19

  • Whatsapp

Oleh: Rizar, S. Si.
Guru SMK Negeri 1 Kelapa, Bangka Belitung

Rizar, S. Si.

Wabah virus COVID-19 atau dikenal dengan virus SARS-CoV-2 yang melanda seluruh negara di dunia merupakan musibah skala besar bagi umat manusia, dan berdampak pada semua sektor kehidupan masyarakat. Semua sektor dan bidang kehidupan dapat dipengaruhi sebagai akibat dari wabah tersebut. Untuk itu, segala upaya dalam mencegah, menahan, atau mencegah penularan COVID-19 yaitu dengan social distancing, lockdown, PSBB, OTG, hingga PDP. Semua orang harus mengurangi aktivitas di luar rumah demi menekan penyebaran virus corona. Anjuran tersebut berupa ibadah di rumah, belajar di rumah, dan bekerja dari rumah merupakan langkah dalam menerapkan social distancing.

Read More

Melalui penerapan social distancing di masyarakat, seakan memberikan dampak yang signifikan bagi dunia pendidikan. Sekolah diliburkan, siswa melaksanakan belajar di rumah melalui daring, guru dituntut harus bisa menggunakan teknologi dalam menyampaikan materi dan tugas kepada siswa. Guru harus kreatif dan inovatif dalam membuat atau menyampaikan materi, agar pembelajaran bisa efektif dan disukai oleh siswa. Semua itu, harus berubah pada episode new normal dalam pendidikan, serta harus mempunyai mindset yang jitu dalam belajar Era COVID-19.
Para ahli mengatakan, perlindungan terbaik terhadap COVID-19 adalah intervensi non-farmasi, langkah-langkah pencegahan seperti mencuci tangan secara menyeluruh, menutupi mulut dengan masker dan bersin tutup dengan tisu, mendisinfeksi permukaan di sekitar rumah dan ruang kerja, dan menghindari kontak dengan orang-orang yang diketahui sakit.

Ditinjau dari gejala yang terlihat apabila terpapar virus COVID-19, yang paling umum adalah demam, kelelahan, dan batuk kering. Beberapa pasien mungkin mengalami sakit dan nyeri, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan, atau diare ringan. Dari gejala tersebut, virus bisa masuk ke tubuh manusia melalui tenggorokan, hidung, dan mata. Setelah terkena, virus mulai bekerja untuk merusak sistem pernapasan dan paru-paru manusia sehingga menimbulkan gejala-gajala tersebut, kalau tidak diberi tindakan cepat secara medis bisa menyebabkan orang tersebut meninggal dunia.

Related posts