Kiri Sayap
kanan Sayap Kategori
Dibawah Menu

Merubah Mindset Sulitnya Pembelajaran Lintas Minat Bahasa Arab di SMA

Oleh : Harmeiruri, S.S, Guru Bahasa dan Sastra Arab di SMA Negeri 3 Pangkalpinang, Babel
Oleh : Harmeiruri, S.S, Guru Bahasa dan Sastra Arab di SMA Negeri 3 Pangkalpinang, Babel

“Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing” (kemedikbud.go.id)Kutipan dari slogan bahasa tersebut menegaskan bahwa tentu kita harus mengutamakan bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara, melestarikan bahasa daerah sebagai bahasa ibu dan juga menguasai bahasa asing sebagai jembatan untuk mengenal dunia lebih luas. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi setiap orang bisa saja menggali informasi apapun dari segala sudut dunia. Dalam hal ini, tidak salah jika penguasaan bahasa asing menjadi hal yang sangat penting sebagai kunci akses informasi dan komunikasi internasional. 

Keberadaan bahasa asing kadang masih dianggap sebelah mata bagi sebagian besar orang. Bahkan dalam struktur Kurikulum 2013, kuantitas jam pelajaran untuk bahasa asing semakin berkurang. Hal ini sangat disayangkan. Mengingat kebutuhan pengguna bahasa asing kini semakin krusial. Bahkan Bill Gates, pendiri Microsoft dan salah satu orang terkaya di dunia, pernah mengatakan menyesal dirinya hanya dapat bertutur dalam bahasa Inggris. Padahal semasa sekolah, dia pernah mendapat pelajaran bahasa Latin dan Yunani. Sayang ia tidak serius dan saat ini masih memiliki keinginan untuk dapat menguasai bahasa asing (Siti Rohmi Amini, Jawa Pos).

Salah satu bahasa asing yang penting saat ini adalah bahasa Arab. Namun stigma yang berkembang di kalangan masyarakat dan para siswa khususnya di sekolah-sekolah umum  bahwa bahasa Arab adalah bahasa yang hanya bisa dipelajari oleh mereka yang beragama Islam saja adalah pendapat yang tidak benar. Persepsi ini dilatarbelakangi oleh keadaan bahwa bahasa Arab sangat identik dengan agama Islam karena kitab suci dan ajaran agamanya lahir dari bangsa Arab yang di dalamnya menggunakan bahasa Arab. Namun merupakan kesalahan besar jika hanya orang islam saja yang bisa dan mudah untuk mempelajarinya. Karena  pada dasarnya bahasa Arab adalah salah satu dari bahasa asing di dunia dan mempelajarinya pun sama dengan bahasa-bahasa asing lainnya,  dengan metode  penguasaan 4 keterampilan dalam berbahasa, yaitu keterampilan menulis, keterampilan membaca, keterampilan mendengarkan dan keterampilan berbicara. Dengan demikian bahasa Arab juga mudah untuk dipahami dan dipelajari termasuk  oleh siapapun dan dari kalangan manapun asalkan memiliki kemauan dan niat yang kuat. Bahkan di beberapa negara Eropa telah menerapkan pembelajaran bahasa Arab sebagai salah satu mata pelajaran bahasa asing penting di sekolah mereka tujuannya tak lain adalah bahasa Arab sangat menjajikan dalam dunia pariwisata, ekonomi dan bisnis.

Pembelajaran bahasa Arab di sekolah khususnya sekolah menengah atas (SMA) dimasukkan ke dalam salah satu mata pelajaran pilihan. Perubahan kurikulum 13 dalam pembelajaran di Indonesia, telah memberlakukan mata pelajaran lintas minat sesuai dengan revisi kurikulum 13 tentang lintas minat yang dilakukan pemerintah, yaitu yang mengacu pada Permendikbud nomor 36 tahun 2018 tentang perubahan Permendikbud nomor 59 tahun 2014. Adapun lintas minat adalah program untuk mengembangkan bakat dan kemampuan siswa di luar program peminatannya atau dalam istilah pendidikan lebih dikenal dengan program jurusan yang dipilih. Faktor kendala dalam pembelajaran bahasa Arab di sekolah adalah gairah dan minat para siswa yang menganggap pelajaran bahasa Arab adalah pelajaran yang lebih sulit dipelajari dari bahasa inggris atau bahasa asing lainnya, metode membacanya dari kanan ke kiri dan dengan huruf-huruf hija’iyyah menambah kesan sulit bagi siswa untuk mempelajari bahasa Arab. Padahal jika telah memahami metodenya sangat mudah untuk dipelajari. 

Lalu pertanyaannya, kenapa kita harus mempelajari bahasa Arab. Jawabnya karena bahasa Arab saat ini merupakan bahasa asing yang sering dan umum digunakan di banyak negara. Lebih jauh lagi karena bahasa Arab telah ditetapkan sebagai bahasa resmi internasional oleh PBB sejak tanggal 18 desember 1973 selain dari bahasa Inggris, Rusia, Tionghoa dan Prancis (kemendikbud.com). Artinya, bahasa Arab merupakan salah satu bahasa resmi yang sering digunakan di dunia. Bukan tanpa alasan PBB menetapkan bahasa Arab sebagai salah satu bahasa resmi PBB, salah satunya dikarenakan bahasa Arab memiliki penuturan kata yang begitu banyak dan sering digunakan dalam forum-forum resmi internasional dan negara-negara Arab adalah negara yang memiliki peran-peran penting dalam isu-isu dunia saat ini. 

Penerapan pembelajaran bahasa Arab di sekolah menengah atas harusnya juga telah di dukung dengan fasilitas pendukung seperti laboratorium bahasa dan aplikasi-aplikasi pembelajaran bahasa Arab. Di era digitalisasi  ini akan semakin mudah untuk menerapkan cara pembelajaran bahasa Arab, setiap komputer atau laptop saat ini juga telah difasilitasi dengan metode pengetikan huruf hija’iyyah cukup dengan melakukan pengaturan dan siswa akan diajarkan cara pengetikan dan letak-letak hurufnya. Dengan menghafal dan seringnya melakukan pengetikan dengan metode huruf hija’iyyah maka para siswa akan terbiasa dan mahir dalam penggunaannya. Adanya fasilitas-fasilitas pendukung dan metode yang benar dalam pengajaran bagi siswa-siswa dalam pembelajaran bahasa Arab maka akan memotivasi siswa dalam gairah minat dalam mempelajari bahasa Arab. Para tenaga pendidik atau guru juga harus memiliki gaya penyampaian yang menarik kepada siswa, sehingga membuat siswa-siswa lebih bertambah rasa penasaran dan ketertarikan dalam mempelajari bahasa Arab. Praktiknya pun tidaklah mudah bagi para guru dalam menyampaikan pembelajaran bahasa Arab, sehingga dapat diterima siswa-siswa dengan mudah. Faktor keikhlasan dalam mendidik dan semangat tanpa kenal lelah dari seorang tenaga pendidik menjadi kunci dasar dalam mengembangkan minat siswa-siswa dalam mempelajari bahasa Arab.

Satu hal lainnya yang perlu diperhatikan juga adalah penyampaian seorang guru dalam pembelajaran bahasa Arab khususnya bagi siswa-siswa yang kebetulan bukan beragama Islam di lingkungan sekolah umum dimana hal ini mungkin adalah moment pertama kalinya mereka berkenalan dengan dialeg bahasa Arab atau huruf-huruf hija’iyyah menjadi tantangan dan motivasi tersendiri bagi para guru-guru bahasa Arab. Seorang guru bahasa Arab di sekolah umum harus mampu merubah mindset (pola pikir) siswa-siswa yang bukan beragama Islam bahwa mempelajari bahasa Arab itu sangat mudah untuk dipelajari . Penyampaian awal terhadap siswa-siswa ini harus tepat, jangan sampai menimbulkan kesan bahwa pelajaran bahasa Arab rumit dan susah untuk di pelajari. Seorang guru di tuntut harus mampu mengarahkan pandangan siswa-siswa tersebut sehingga menjadikan pelajaran bahasa Arab mudah dan gampang untuk di pelajari oleh semua kalangan siswa, sama halnya dengan mempelajari bahasa-bahasa asing lainnya. Setiap siswa-siswa memiliki tingkat pemahaman yang berbeda-beda dalam menyerap materi yang disampaikan oleh guru, untuk itu penyampaian materi harus lugas, jelas dan penuh dengan kesabaran.

Dengan adanya pembelajaran bahasa Arab di sekolah khususnya sekolah umum, diharapkan siswa-siswa tidak lagi merasa asing dengan bahasa arab, sehingga ketika mereka lulus nantinya baik yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi ataupun berkarier di dunia kerja sudah terbiasa dan sedikit mengerti apabila akan berhadapan dengan bahasa Arab. Ada dua hal yang bisa membantu dalam mempelajari bahasa Arab agar lebih mudah, yaitu bahwa bahasa Arab dan bahasa Indonesia memiliki banyak sekali kesamaannya, kata-kata dalam bahasa Indonesia banyak sekali yang merupakan kata-kata serapan dari bahasa Arab meskipun tidak berpengaruh banyak tapi setidaknya sedikit membantu dalam memperbayak kosakata siswa, contohnya kata kursiyyun bermakna kursi, kitaabun bermakna kitab/buku, madrosah bermakna madrasah/sekolah, fahman bermakna paham dan banyak lagi contoh kata  lainnya. 

Selain itu juga bahasa Arab terkenal sebagai bahasa yang paling indah dalam susunan kata nya, banyak para seniman, creator dan juga motivator yang menyalin bahasa Arab sebagai kata-kata motivasi yang indah, sehingga banyak juga kata-kata dalam bahasa Arab ini diikuti dan disampaikan dalam banyak kegiatan, contoh kalimat man jadda wajada yang bermakna barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan. 

Saatnya  merubah mindset  sulitnya pembelajaran lintas minat bahasa arab di SMA. Pembelajaran bahasa Arab di SMA haruslah memberi inspirasi bagi siswa-siswa yang akan melanjutkan jenjang pendidikan lebih tinggi lagi. Setidaknya akan memberikan pilihan banyak bagi mereka nantinya dalam menentukan jurusan apa yang akan di ambil. Prospek dalam karier juga saat ini sangat menjanjikan bagi yang menguasai bahasa Arab. Dunia bisnis, dunia pariwisata dan juga komunikasi hubungan internasional sangat diperlukan dalam penggunaan bahasa Arab.(***).

 

 

 

Diatas Footer
Light Dark