Merdeka Belajar dalam Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
Gurata Rajaguk-guk, S.Pd.
Guru SMA Negeri 1 Koba, Bangka Tengah, Babel

Menurut Undang-Undang SISDIKNAS No. 20 tahun 2003, Pengertian pendidikan merupakan usaha yang dilandasi kesadaran dan terencana untuk menciptakan proses pembelajaran dan suasana belajar. Supaya murid dapat mengembangkan potensi diri secara aktif untuk mendapatkan keterampilan, akhlak mulia, kecerdasan, kepribadian, pengendalian diri, dan kekuatan spiritual keagamaan yang diperlukan oleh dirinya sendiri dan masyarakat. Tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan manusia Indonesia dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Manusia yang mempunyai iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan mempunyai budi pekerti yang luhur, mandiri, kepribadian yang mantap, kesehatan rohani, dan jasmani, keterampilan dan pengetahuan, dan terakhir mempunyai rasa tanggung jawab untuk berbangsa dan bermasyarakat.

Merdeka Belajar adalah program kebijakan baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Kabinet Indonesia Maju, Nadiem Anwar Makarim. Esensi kemerdekaan berpikir, menurut Nadiem, harus didahului oleh para guru sebelum mereka mengajarkannya pada siswa-siswi. Artinya, tanpa terjadi di guru, tidak mungkin bisa terjadi di murid. Semua guru harus berpikir secara mandiri, paradigma merdeka belajar adalah menghormati perubahan yang harus terjadi agar pembelajaran itu mulai terjadi di sekolah. Merdeka Belajar adalah kebijakan yang dirancang untuk membuat lompatan besar dalam aspek kualitas pendidikan di Indonesia. Suka tak suka, kebijakan itu memang harus dilakukan agar kita mampu menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul untuk menghadapi tantangan masa depan yang penuh. Merdeka belajar terjadi bukan hanya di ruang kelas, tetapi di luar ruangan bahkan terjadi di rumah dan di lingkungann masyarakat.

Read More

Menurut Ki Hajar Dewantoro, “Kemerdekaan hendaknya dikenalkan terhadap caranya anak-anak berpikir, yaitu jangan selalu ‘dipelopori’, atau disuruh mengakui buah pikiran orang lain, akan tetapi biasakanlah anak-anak mencari sendiri segala pengetahuan dengan menggunakan pikirannya sendiri”. Sejak awal kemerdekaan menteri pendidikan dan kebudayaan pertama Republik Indonesia sudah mencanangkan “merdeka belajar”. Jadi sebenarnya konsep “Merdeka Belajar” sudah diterapkan sejak awal, hanya dibuat penyeragaman.

Related posts