Mendukung Kelestarian Budaya Lokal

  • Whatsapp

Oleh: Ayu Nindyawati Mantiri
Mahasiswa Fakultas Hukum UBB

Indonesia merupakan suatu Negara yang terkenal akan keindahan alamnya, kekayaan rempah-rempah dan keanekaragaman budaya yang terdapat didalamnya. Indonesia yang terdiri dari beribu-ribu pulau mempunyai berbagai macam suku, agama, adat-istiadat, dan budaya yang tentunya menjadi simbol keunikan tersendiri dibandingan negara lain. Dengan keanekaragaman tersebut membuat bangsa Indonesia kaya akan budaya, mulai dari bahasa, tarian, pakaian, lagu, dan kesenian lainnya. Dengan kekayaan yang Indonesia miliki saat ini tidak bisa dipungkiri jika banyak wisatawan lokal maupun wisatawan asing yang mengunjungi sekaligus tertarik dengan budaya di Indonesia.

Seperti yang kita ketahui, kebudayaan kita sangatlah banyak dan beraneka ragam, akan tetapi kebudayaan tersebut perlahan mulai terlupakan bahkan ditinggalkan oleh masyarakat terutama generasi muda. Mereka lebih menyukai hal-hal yang modern dan melupakan budaya yang ada di daerah mereka sendiri. Contohnya, mereka lebih gemar menonton drama Korea, mengikuti trend baju, tarian, dibanding baju, tarian-tarian yang ada didaerah mereka sendiri. Apalagi maraknya budaya asing yang masuk seperti, musik, drama, animasi, dan sebagainya membuat budaya bangsa sendiri semakin terlupakan.

Baca Lainnya

Lunturnya minat generasi muda terhadap budaya lokal tidak terlepas dari era globalisasi, pada era ini terjadi pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. Kemajuan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi, termasuk kemunculan internet merupakan faktor utama dalam globalisasi yang semakin mendorong saling ketergantungan aktivitas ekonomi dan budaya. Ditambah dengan muncul sosial media seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan lain-lain membuat masyarakat masa kini terutama generasi muda menjadi ketagihan untuk update setiap hari. Zaman yang serba ada, membuat seseorang terutama generasi muda menjadi pemalas dan lamban dalam berfikir serta bertindak.

Hal ini sangat disayangkan, karena generasi muda lebih merasa bangga dengan hal-hal berbau asing daripada sesuatu yang berasal dari daerah mereka sendiri, padahal merekalah yang seharusnya dapat mengembangkan dan memperkenalkan kebudayaan yang berada di daerah mereka masing-masing, agar diketahui oleh masyarakat luar, dan kebudayaan dari daerah mereka tidak hilang ditelan oleh kemajuan zaman yang sudah semakin canggih.

Related posts